AYOAJAKARTA.COM - Mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, menjadi sorotan publik setelah baliho bergambar dirinya menuju Jakarta menjadi viral di media sosial.
Dalam baliho tersebut, saudara Ridwan Kamil terlihat mengenakan kemeja flanel dan membawa ransel, disertai dengan pesan bertuliskan "lagi jalan ke mana, Kang?" yang seolah-olah dijawab oleh RK dengan mengatakan "OTW Jakarta nih".
Berbagai spekulasi pun muncul, salah satunya adalah kemungkinan Ridwan Kamil akan maju dalam kontestasi Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta.
Spekulasi ini semakin menguat setelah bendahara Umum Partai Nasdem, Ahmad Sahroni, mengomentari foto baliho tersebut.
"Ridwan Kamil kan bilang mau OTW Jakarta, saya udah di Jakarta nih. Kalau Ridwan Kamil doang mah gampanglah lawannya terlalu mudah," jelas Sahroni, dikutip dari Kompas TV, Senin 26 Februari 2024.
Baca Juga: Perusahaan Tambang Buka Loker untuk Level Senior dengan Gaji hingga Rp23 Juta, Ini Jurusan dan Kualifikasi yang Dibutuhkan
Wacana ini muncul di tengah-tengah pembahasan mengenai rancangan undang-undang Daerah Khusus Jakarta yang salah satu pasalnya menyebut bahwa gubernur dan wakil gubernur dapat ditunjuk, diangkat, dan diberhentikan oleh presiden dengan memperhatikan usul atau pendapat DPRD.
Wacana tersebut termuat di RUU Daerah Khusus Jakarta Pasal 10 Ayat 2.
Terlepas apakah nanti RUU tersebut disahkan, Direktur eksekutif poltracking Indonesia Hanta Yuda, menyatakan bahwa ini merupakan tes ombak pasca Pilpres, keduanya sedang menguji potensi dukungan mereka.
Dia menilai strategi Ahmad Sahroni untuk mengaitkan isu ini dengan Ridwan Kamil, yang populer selama Pilpres, adalah langkah cerdas untuk memanfaatkan momentum politik.
Meskipun keduanya memiliki kekuatan yang relatif kuat dengan basis dan dukungan masing-masing, perbandingan antara mereka dalam konteks elektabilitas masih cenderung menguntungkan Ridwan Kamil.
Baca Juga: 5 Universitas dengan Fakultas Kedokteran Terbaik di Jakarta, Ada Kampus Negeri dan Swasta
Namun demikian, Sahroni juga tidak bisa dianggap remeh, dengan perolehan dukungan yang mencapai lebih dari 6%.
Dengan basis dan pengalaman yang berbeda, kedua tokoh ini menambah dinamika dalam persaingan politik di DKI Jakarta.
Menurut Hanta Yuda Pilgub DKI ini strategis dan bukan sekedar Pilkada,
"Ini bisa jadi Pilkada cita rasa Pilpres. Ini Pilpres kelas dua, padahal masih 10 bulan lagi ya masih cukup lama di bulan November," jelas Hanta.
Selain nama Ridwan Kamil dan Ahmad Saroni, kemungkinan nama lainnya yang akan muncul adalah Anies Baswedan, Tri Rismaharini, Riza Patria, dan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
Pilgub DKI sendiri dan provinsi lainnya akan dilaksanakan pada November 2024.