AYOJAKARTA.COM – Gubernur Jakarta Pramono Anung memprediksi, jumlah pendatang dari luar daerah atau arus Urbanisasi pasca lebaran 2025 mengalami penurunan.
Penurunan jumlah angka perantau ke wilayah Jakarta atau Urbanisasi, menurut Pramono disebabkan karena sejumlah variabel.
Selain status Jakarta sebagai Ibukota yang sudah dihapus, kondisi ekonomi kebanyakan masyarakat yang lesu juga diperkirakan menjadi penyebab menurunnya Urbanisasi.
Penyebab lainnya yang membuat jumlah pendatang ke Jakarta diprediksi akan mengalami penurunan juga karena adanya pemerataan pembangunan antara Pusat dan Daerah.
Berdasarkan data kependudukan, Gubernur menyebut Urbanisasi telah mengalami penurunan sejak tahun 2022 sampai dengan 2024.
Untuk memastikan terjadinya penurunan atau kenaikan, Gubernur hingga saat ini masih terus melakukan sejumlah pendalaman.
Baca Juga: 4 Bansos Cair April 2025! Jadwal Pencairan Lengkap dengan Nominalnya
“Salah satu penyebabnya mungkin saat itu adalah karena Ibukota akan segera pindah dan memang telah ada pemerataan pembangunan,” jelas Pramono.
Meski demikian, Pramono menyebut Jakarta tetap terbuka bagi siapapun untuk memperbaiki kondisi ekonomi.
Tanpa menggelar operasi Yustisi atau Kependudukan, Gubernur menegaskan pendataan terhadap warga pendatang tetap harus dilakukan mulai di tingkat RT.
Disamping melakukan pendataan untuk tercatat dalam rekam data Dukcapil, Gubernur juga menyediakan berbagai bentuk pelatihan.
Bukan hanya berlaku bagi warga Jakarta, berbagai jenis pelatihan juga dapat dimanfaatkan untuk para perantau asal daerah.
Dengan memiliki keterampilan atau skill yang sesuai dengan kebutuhan, Gubernur berharap peluang untuk memperoleh pekerjaan akan semakin mudah.
“Intinya adalah Jakarta terbuka bagi siapa saja, tetapi kami mengharapkan yang datang tetap membawa suasana kedamaian, kerukunan dan kebaikan,” tegas Gubernur.
Lebih lanjut, Gubernur Jakarta menegaskan kepada seluruh warga pendatang untuk tetap bisa tertib secara administratif atau kelengkapan identitas.
Berbekal kelengkapan administrasi yang dimiliki, pendatang asal daerah dengan data-data jelas akan memperoleh kesempatan untuk meningkatkan keterampilan.
Untuk mempersiapkan keahlian bagi warga Jakarta serta pendatang, Gubernur telah menyiapkan berbagai pilihan program pelatihan yang bermanfaat bagi peserta.
Salah satu syarat wajib yang perlu dimiliki oleh setiap peserta untuk bisa memperoleh berbagai jenis pelatihan siap kerja adalah terdata dalam Dukcapil.
“Kalau mau mencari pekerjaan apapun, harus mempunyai identitas yang dikeluarkan Dukcapil, ini semacam administrasi yang harus dipenuhi siapapun pendatang,” jelasnya.
Berdasarkan pada himbauan tersebut, Gubernur menegaskan agar setiap pendatang asal daerah di Jakarta untuk menyiapkan kelengkapan administrasi.
Selain kesiapan menyambut arus Urbanisasi, Gubernur juga memastikan berbagai pelayanan bagi publik juga telah kembali normal.