Metropolitan

Pasukan Oranye Alias PPSU dan Calon Perantau Tujuan Jakarta Dapat Kabar Bahagia, Ternyata ini yang Dilakukan Gubernur DKI

Oleh: Karseno AJ Jumat 04 Apr 2025, 13:24 WIB
Pasukan Oranye Alias PPSU. (beritajakarta.id)

AYOJAKARTA.COM - Idul Fitri mengantarkan kabar baik bagi seluruh personil Pasukan Oranye alias PPSU atau Penanganan Prasarana dan Sarana Umum.

Ditemui saat Open House perayaan Idul Fitri di rumah dinas, Gubernur Jakarta Pramono Anung menyebut dirinya telah melakukan perubahan regulasi terkait PPSU.

Berbeda dengan Gubernur di periode sebelumnya, sejumlah kebijakan menyangkut regulasi Tim Oranye atau PPSU telah dilakukan penyempurnaan.

Selain terbuka bagi para lulusan Sekolah Dasar dengan keterampilan baca-tulis sebagai prasyarat, evaluasi kinerja terhadap PPSU juga telah mengalami perubahan.

Baca Juga: 6 Nama Obat Sakit Gigi Paling Ampuh dan Tidak Kambuh Lagi, Ada di Apotek

Menurut Pramono, proses penilaian terhadap anggota PPSU akan berubah setiap tiga tahun sekali atau berbeda dengan sebelumnya yang dilakukan setiap setahun.

“Saya sudah menandatangani Pergubnya bahwa untuk PPSU itu SD saja cukup dan mereka akan dievaluasi bukan setiap tahun, tapi tiga tahun sekali,” ungkap Pramono.

Terkait dengan aspek dan parameter pertimbangan penilaian, Pramono menyebut dua hal penting yang akan menjadi penentu.

Di samping karakter kerja keras, acuan lain yang akan menjadi pertimbangan bagi setiap petugas PPSU adalah kerajinan.

Baca Juga: Info Terbaru Arus Balik Mudik: Ribuan Kendaraan Penuhi Tol Cikampek, Kemacetan Mengular hingga Karawang

Sehubungan dengan masa usia pensiun serta berbagai benefit menyangkut PPSU sebagai pekerja di lingkup Pemda, Pramono akan melakukan pembahasan di kesempatan berbeda.

Namun demikian Pramono menegaskan, sebagai Gubernur dirinya tidak akan membatasi warga Jakarta yang berkeinginan untuk tetap bisa produktif.

“Intinya kita akan memberikan apa yang memang menjadi prinsip bagi mereka dalam bekerja,” imbuhnya.

Selain menyapa kepada Tim Oranye atau PPSU, kabar baik juga ditujukan bagi para calon pendatang asal daerah atau perantau yang bertujuan ke Jakarta.

Untuk memberi kesempatan bagi para kaum Urbanisasi, Pramono menjamin tidak akan ada Operasi Yustisi serta pengusiran sebagaimana pernah menjadi kebijakan di Jakarta.

“Jakarta sekali lagi terbuka bagi siapapun, dan saya akan menjadikan Jakarta tidak diskriminatif dan lebih ramah bagi siapapun yang mau datang,” jelasnya.

Namun demikian, Gubernur Jakarta berharap agar para perantau tujuan Jakarta memiliki kualifikasi yang memang dibutuhkan untuk tidak menimbulkan persoalan.

Terkait dengan potensi arus Urbanisasi yang cenderung muncul pasca Idul Fitri, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat memberi tanggapan.

Baca Juga: Cara Menghilangkan Bau Mulut dan Badan Secara Alami dengan Makanan Sehat ala dr Zaidul Akbar

Menurut Muhaimin Iskandar, selain kelengkapan administrasi untuk mempermudah pendataan; pendatang juga perlu memiliki skill atau kemampuan.

Untuk bisa tetap bertahan hidup atau melakukan pemulihan ekonomi secara pribadi, Cak Imin menilai peran kemampuan sangat dibutuhkan.

“Jangan pindah Jakarta tapi tidak bisa berinovatif sehingga menjadi beban, tetapi jadi solusi ekonomi kita semua,” jelasnya.  ***

Reporter Karseno AJ
Editor Desi Kris