AYOJAKARTA.COM - Untuk mencegah penyebaran nyamuk Aedes aegypti, yang menyebabkan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat telah menyiapkan sekitar 4.100 ember bibit nyamuk yang mengandung bakteri wolbachia.
Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat, Erizon Safari, mengungkapkan bahwa peluncuran 4.100 ember ini akan dilakukan pada awal Desember 2023 di Kecamatan Kembangan sebagai proyek percontohan.
"Totalnya 4.100 ember, kita akan meluncurkannya di Kembangan," ujar Erizon dikutip dari situs resmi Pemkot Jakbar, Kamis 23 November 2023.
Erizon menjelaskan bahwa 4.100 ember nyamuk wolbachia tersebut akan diawasi oleh 'orang tua asuh' (OTA), yaitu warga pemilik rumah di lokasi di mana ember-ember tersebut akan ditempatkan.
"Yang paling penting adalah orang tua asuh nyamuk. Orang tua asuh adalah rumah-rumah di mana ember-ember berisi telur nyamuk ditempatkan dan akan dipantau perkembangannya tiap dua minggu sekali," jelasnya.
Baca Juga: 5 Fakta Nyamuk Wolbachia, Tidak Berbahaya dan Bukan Rekayasa Genetik
Pihaknya telah mempersiapkan segala sesuatu dengan melatih kader-kader sebagai koordinator lapangan untuk program tersebut. "Pelatihan untuk koordinator lapangan sudah dilakukan dari tingkat kota.
Koordinator lapangan akan memantau di wilayah Kembangan. Sosialisasi juga telah dilakukan secara tidak langsung oleh kader-kader dari puskesmas," tambahnya.
Erizon menjelaskan bahwa pemilihan Kembangan sebagai lokasi percontohan didasarkan pada jumlah bibit wolbachia yang terbatas dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dan laboratorium Kementerian Kesehatan (Kemenkes) di Solo. "Jumlah telur nyamuk berwolbachia yang dibutuhkan untuk merilis ini sangat besar. Saat ini hanya dapat didukung oleh laboratorium UGM dan laboratorium Kemenkes di Solo, sehingga implementasinya akan dilakukan secara bertahap," ungkapnya.
Apa Itu Wolbachia?
Wolbachia adalah bakteri alami yang ditemukan pada hingga 50% spesies serangga, termasuk beberapa jenis nyamuk.
Biasanya, Wolbachia tidak ditemukan pada nyamuk Aedes aegypti, yang menyebabkan penyakit demam berdarah dengue, Zika, chikungunya, dan demam kuning.
Penelitian yang dilakukan oleh World Mosquito Program menunjukkan bahwa ketika Wolbachia disuntikan pada nyamuk Aedes aegypti, maka dapat membantu mengurangi penyebaran virus-virus yang dibawanya.
Dalam percobaan tersebut, World Mosquito Program menginjeksikan Wolbachia ke tubuh nyamuk Aedes aegypti di laboratorium dan melepaskannya ke alam liar.
Nyamuk Wolbachia ini kemudian berkembangbiak dengan populasi nyamuk liar. Seiring waktu, persentase nyamuk yang membawa Wolbachia tumbuh bertambah banyak. Dampaknya, nyamuk Aedes aegypti, yang menyebabkan biasanya membawa virus penyebab demam berdarah dengue semakin berkurang.
Penelitian ini menunjukkan bahwa ketika diperkenalkan ke dalam nyamuk Aedes aegypti, Wolbachia mampu menghambat penyebaran virus yang ditularkan nyamuk, seperti dengue, Zika, chikungunya, dan demam kuning.
Penelitian laboratorium dan lapangan yang dilakukan bertahun-tahun ini menyimpulkan bahwa nyamuk Wolbachia aman bagi manusia, hewan, dan lingkungan. Di alam liar, beberapa spesies nyamuk (termasuk yang menggigit manusia) sudah membawa Wolbachia.
Metode Wolbachia dari World Mosquito Program adalah intervensi ramah lingkungan yang menggunakan bakteri yang sudah ada secara alami pada banyak spesies serangga.
Penelitian laboratorium dan lapangan menunjukkan bahwa Wolbachia tidak dapat ditularkan kepada manusia atau mamalia lainnya.