Metropolitan

Fakta-Fakta Nyamuk Wolbachia yang akan Disebar di Jakarta, Ga Bahaya Tah?

Oleh: Francisca Wuri Sulistyowati,ST Sabtu 18 Nov 2023, 15:54 WIB
Ilustrasi. Sudinkes Jakarta Barat berencana untuk menyebarkan nyamuk pembawa bakteri Wolbachia pada awal Desember 2023 mendatang.

AYOJAKARTA.COM — Suku Dinas Kesehatan (Sudinkes) Jakarta Barat berencana untuk menyebarkan nyamuk pembawa bakteri Wolbachia pada awal Desember 2023 mendatang.

Langkah ini diambil sebagai upaya pencegahan terhadap wabah demam berdarah dengue (DBD).

Namun masih banyak masyarakat yang belum mengetahui Nyamuk Wolbachia dan apakah aman penggunaannya.

Wolbachia adalah bakteri alami yang ditemukan pada hingga 50% spesies serangga, termasuk beberapa jenis nyamuk.

Biasanya, Wolbachia tidak ditemukan pada nyamuk Aedes aegypti, yang menyebabkan penyakit demam berdarah dengue, Zika, chikungunya, dan demam kuning.

Penelitian yang dilakukan oleh World Mosquito Program menunjukkan bahwa ketika Wolbachia disuntikan pada nyamuk Aedes aegypti, maka dapat membantu mengurangi penyebaran virus-virus yang dibawanya.

Dalam percobaan tersebut, World Mosquito Program menginjeksikan Wolbachia ke tubuh nyamuk Aedes aegypti di laboratorium dan melepaskannya ke alam liar.

Nyamuk Wolbachia ini kemudian berkembangbiak dengan populasi nyamuk liar. Seiring waktu, persentase nyamuk yang membawa Wolbachia tumbuh bertambah banyak.

Dampaknya, nyamuk Aedes aegypti, yang menyebabkan biasanya membawa virus penyebab demam berdarah dengue semakin berkurang.

Penelitian ini menunjukkan bahwa ketika diperkenalkan ke dalam nyamuk Aedes aegypti, Wolbachia mampu menghambat penyebaran virus yang ditularkan nyamuk, seperti dengue, Zika, chikungunya, dan demam kuning.

Baca Juga: Penyebaran Nyamuk Wolbachia Ditunda, Ahli Firasat Ini Sebut Akan Ada Pandemi Besar

Wolbachia Aman bagi Manusia

Tiga penilaian risiko telah dilakukan oleh lembaga penelitian ilmiah pemerintah di Australia, Indonesia, dan Vietnam.

Kesimpulannya metode Wolbachia ini dinilai aman, alami, dan dapat diimplementasikan tanpa menimbulkan risiko bagi ekosistem alami.

Nyamuk Aedes aegypti yang disuntik Wolbachia tidak melibatkan modifikasi genetik. Berbeda dengan sebagian besar inisiatif lainnya yang mengatasi nyamuk penyebar virus. metode Wolbachia dari World Mosquito Program bersifat mandiri dan tidak menekan populasi nyamuk.

Penelitian laboratorium dan lapangan yang dilakukan bertahun-tahun ini menyimpulkan bahwa nyamuk Wolbachia aman bagi manusia, hewan, dan lingkungan.

Di alam liar, beberapa spesies nyamuk (termasuk yang menggigit manusia) sudah membawa Wolbachia.

Metode Wolbachia dari World Mosquito Program adalah intervensi ramah lingkungan yang menggunakan bakteri yang sudah ada secara alami pada banyak spesies serangga.

Penelitian laboratorium dan lapangan menunjukkan bahwa Wolbachia tidak dapat ditularkan kepada manusia atau mamalia lainnya.

Wolbachia pada umumnya terdapat di antara arthropoda, termasuk serangga, laba-laba, dan hewan kecil lainnya tanpa tulang belakang.

Hingga 50% spesies serangga secara alami membawa Wolbachia, termasuk kupu-kupu, capung, ngengat, dan beberapa spesies nyamuk.

Namun Wolbachia tidak ditemukan pada hewan yang lebih besar seperti mamalia, reptil, burung, dan ikan.***

Reporter Francisca Wuri Sulistyowati,ST
Editor Tedi Rukmana