Metropolitan

7 Tips Jadi Pendengar yang Baik! Ternyata Tak Semua Bisa

Oleh: Salman Muhammad Ilham Senin 11 Sep 2023, 20:04 WIB
Illustrasi. Menjadi pendengar yang baik

AYOJAKARTA.COM – Tahukah kamu bahwa menjadi pendengar yang baik adalah keterampilan yang sangat berharga dalam berkomunikasi dengan orang lain?

Menjadi pendengar yang baik itu tidaklah mudah, ada beberapa sikap yang perlu diperhatikan untuk membuatnya terjadi.

Pendengar yang baik memiliki beberapa kualitas utama yang membuat mereka efektif dalam berkomunikasi, seperti menunjukkan ketertarikan, menjaga kontak mata dan sebagainya.

Baca Juga: 5 Kesalahpahaman Tentang Waktu yang Membuatmu Jadi Kurang Produktif, Apa Saja?

Berikut adalah tips untuk menjadi pendengar yang baik, dikutip AyoJakarta dari Teamboma, Senin (11/9/2023).

1. Pertahankan kontak mata

Salah satu aspek mendasar dari mendengarkan adalah menjaga kontak mata dengan pembicara.

Ini menunjukkan bahwa kamu memperhatikan percakapan dan fokus pada apa yang dikatakan orang tersebut.

Namun, penting untuk menjaga keseimbangan, karena terlalu banyak kontak mata dapat terlihat mengintimidasi, sementara terlalu sedikit kontak mata dapat menunjukkan ketidaktertarikan.

Baca Juga: 5 Jurusan Kuliah Terfavorit di UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Calon Mahasiswa Baru Tertarik Daftar?

2. Latih Empati

Empati adalah kemampuan untuk memahami dan berbagi perasaan orang lain. Untuk menjadi pendengar yang baik, penting untuk menempatkan diri kamu pada posisi pembicara.

Cobalah untuk memahami perspektif, emosi, dan pengalaman mereka tanpa menghakimi. Hal ini menciptakan ruang aman untuk komunikasi yang terbuka dan jujur.

3. Hindari Menginterupsi

Menyela seseorang ketika dia sedang berbicara bisa membuat frustasi dan tidak sopan. Penting untuk membiarkan pembicara menyelesaikan pemikirannya sebelum merespons.

Hal ini tidak hanya menunjukkan rasa hormat tetapi juga memungkinkan terjadinya percakapan yang lebih mendalam dan lengkap.

Baca Juga: 7 Jurusan Kuliah yang Lulusnya Susah tapi Alumninya Gampang Dapat Pekerjaan, Apakah Prodi Teknik Termasuk?

4. Ajukan Pertanyaan

Dorong dia untuk berbicara lebih banyak dengan cara memberikan pertanyaan. Buatlah pertanyaan yang tidak dapat dijawab hanya dengan “ya” atau “tidak”, tetapi mengharuskan mereka untuk memberikan rincian lebih lanjut. Pertanyaan seperti ini menunjukkan ketertarikan kamu pada pikiran dan perasaan mereka.

5. Berikan Umpan Balik Non-Verbal

Isyarat non-verbal, seperti menganggukkan kepala, menggunakan ekspresi wajah dan mencerminkan bahasa tubuh, dapat menyampaikan perhatian dan pengertian kamu.

Isyarat ini meyakinkan pembicara bahwa kamu mendengarkan secara aktif dan terlibat dalam percakapan.

Baca Juga: Fakta Unik Golongan Darah Berdasarkan Cara Menagih Utang, B Paling Galak? Yuk Simak Selengkapnya!

6. Renungkan dan Ringkaslah

Setelah pembicara menyampaikan pemikirannya, luangkan waktu sejenak untuk merenungkan apa yang sudah mereka katakan dan kemudian rangkum itu.

Ini tidak hanya menunjukkan kalau kamu mendengarkan, tetapi juga menghindari kesalahpahaman dan menjaga percakapan tetap pada jalurnya.

7. Jangan Langsung Menawarkan Solusi

Ketika seseorang datang dengan suatu masalah, suatu hal yang wajar jika kamu ingin segera memberikan solusi.

Namun, terkadang orang hanya perlu didengarkan dan dipahami. Daripada langsung mencari solusi, tanyakan apakah mereka menginginkan masukan atau hanya perlu curhat dan didengarkan.***

Reporter Salman Muhammad Ilham
Editor Jinan Vania Barizky