AYOJAKARTA.COM – Banjir darurat melanda wilayah Jabodetabek, termasuk Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi, akibat curah hujan tinggi yang diprediksi akan berlanjut hingga 11 Maret 2025.
“Kami memprediksi berlangsung hingga 11 Maret, saat ini memang sedang melemah setelah terjadi di Puncak Bogor, namun yang dikhawatirkan setelah berangsur ada potensi meningkat,” ungkap Dwikorita Karnawati, Kepala BMKG, yang dikutip dari Metro TV.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan bahwa gelombang atmosfer aktif menyebabkan hujan lebat di berbagai wilayah Indonesia, khususnya di bagian barat dan Kepulauan Papua.
Sejak awal Maret, intensitas hujan yang tinggi telah menyebabkan banjir di beberapa titik JABODETABEK.
Di Jakarta, sekitar 1.229 warga telah diungsikan dari daerah yang terendam banjir, terutama di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur akibat meluapnya Kali Ciliwung.
Baca Juga: Baru Dirilis! Cek Spesifikasi POCO X7 Pro: Pakai Chipset Paling Gahar Dimensity 8400 Ultra
Sementara, Banjir melanda Kota dan Kabupaten Bekasi pada awal Maret 2025, menjadi yang terparah sejak 2016 dan 2020.
Sebanyak tujuh kecamatan di Kota Bekasi terdampak banjir, antara lain Bekasi Timur, Bekasi Utara, Bekasi Selatan, Medan Satria, Jatiasih, Pondok Gede dan Rawalumbu.
Sebanyak 140 unit rumah terendam dengan ketinggian air mencapai hingga 300 sentimeter.
BMKG juga mencatat bahwa banjir di Jakarta dan sekitarnya merupakan banjir kiriman dari hulu sungai di Bogor, yang mengalami hujan ekstrem.
Baca Juga: Spesifikasi POCO X7 5G: Performa Kencang Pakai Dimensity 7300 Ultra dengan RAM 8 GB dan 12 GB
Tindakan Darurat:
- Evakuasi dan Bantuan
Saat ini, Kementerian Pekerjaan Umum memobilisasi perahu karet untuk mengevakuasi masyarakat terdampak di Bekasi.
BNPB juga berkoordinasi dengan BPBD untuk memastikan penanganan banjir berjalan efektif.
- Peringatan Cuaca BMKG
BMKG mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem hingga puncaknya pada 10-11 Maret 2025.
Situasi ini menunjukkan perlunya perhatian lebih terhadap mitigasi bencana dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi cuaca ekstrem yang berpotensi merugikan.