Metropolitan

Banjir Kiriman dari Bogor Rendam Jabodetabek, Perumahan Pondok Gede Permai Terendam hingga 3,5 Meter!

Oleh: Fina Salsabila Aura
Illustrasi. Banjir dari Bogor Rendam Jabodetabek, Perumahan Pondok Gede Permai Terendam hingga 3,5 Meter

AYOJAKARTA.COM - Banjir melanda sejumlah wilayah di Jabodetabek terutama kawasan Bekasi dan Tangerang Selatan.

Di Bekasi, khususnya Perumahan Pondok Gede Permai, ketinggian air yang awalnya mencapai 70-80 cm mulai surut menjadi sekitar 50 cm, meskipun di area dalam masih mencapai 2 hingga 3,5 meter.

Menurut laporan dari Ni Putu Trisnanda yang berada di lokasi, setidaknya tiga RW terdampak yaitu RW 8, 9, dan 10 dengan titik terdalam berada di RT 1 dan RT 2.

Baca Juga: Full Senyum! Calon ASN akan Segera Terima SK, BKN Percepat Proses Pertek untuk P3K Guru dan Teknis

Proses evakuasi dilakukan menggunakan perahu karet dan perahu motor dari berbagai instansi termasuk BNPB, Polairud, dan Kopasgat.

Warga yang berhasil dievakuasi untuk sementara ditempatkan di gedung BNPB yang berada di depan kompleks perumahan.

Wakil Walikota Bekasi menyampaikan bahwa posko-posko bantuan sedang disiapkan di setiap kecamatan, dilengkapi dengan pos kesehatan dan dapur umum.

Banjir ini merupakan yang terparah dibandingkan dengan banjir sebelumnya pada tahun 2020 yang hanya mencapai plang Pondok Gede Permai dengan ketinggian sekitar 50 cm.

Dalam peristiwa ini, satu warga dilaporkan hilang setelah terpeleset saat membersihkan sampah bambu sekitar pukul 06.00 pagi dan hingga saat ini masih dalam pencarian.

Sementara itu, banjir juga melanda kawasan Pondok Aren, Tangerang Selatan, tepatnya di Jalan Ceger Raya dan Pasar Ceger.

Baca Juga: Kabar Gembira! Pencairan PKH dan BPNT Tahap 2 Diprediksi Lebih Cepat, Ada Bonus Tambahan untuk KPM Kategori Ini

Menurut Dwi Andra, Ketua RT 08/02 Jurangmangu Barat, banjir mulai terlihat sekitar pukul 11 malam dan meningkat drastis hingga mencapai ketinggian sepinggang (sekitar 70 cm) pada pukul 12 malam.

"Sebenarnya kalau hujan itu tidak terlalu besar tapi kemungkinan ini ada air kiriman dari Bogor," ujar Dwi Andra dikutip ayojakarta.com dari YouTube KompasTV.

Ia juga menjelaskan bahwa lokasi tersebut memang merupakan daerah rawan banjir setiap musim hujan, namun banjir kali ini tergolong parah bahkan untuk siklus 5 tahunan.

"Untuk siklus 5 tahunan, 2020 itu tidak sampai atas jembatan ini. Ini semalam jembatan enggak kelihatan," tambahnya.

Warga setempat telah berupaya melakukan penanggulangan banjir dengan membuat pintu air dan penyedot air secara swadaya, tanpa bantuan dari pihak-pihak terkait.

Banjir ini berdampak signifikan pada aktivitas Pasar Ceger, dengan kios dan ruko terendam hingga sekitar 40 cm.

Baca Juga: Rekomendasi Resep Menu Sahur Sederhana: Ayam Goreng Bawang Putih dan Susu Kurma, Dijamin Lezat dan Anti Ribet

Baik di Bekasi maupun Tangerang Selatan, pihak berwenang telah melakukan upaya penanggulangan banjir.

Di Bekasi, TNI, Polri, dan BPBD setempat aktif melakukan evakuasi warga terdampak.

Ratusan warga yang telah dievakuasi untuk sementara ditempatkan di gedung BNPB, sementara sebagian lainnya dijemput oleh keluarga dan dibawa ke area yang tidak terdampak banjir.

Pos kesehatan juga telah disiapkan oleh tenaga kesehatan dari Kopasgat TNI Angkatan Udara untuk memeriksa kondisi kesehatan warga yang terdampak.

Di Pondok Aren, BPBD telah menurunkan satu unit pompa air untuk menyedot air yang menggenangi Jalan Ceger Raya dan area pasar dengan harapan banjir dapat segera surut dan aktivitas warga dapat kembali normal.

Pada kedua lokasi, proses evakuasi dan pembersihan terus berlangsung, dengan harapan tidak akan ada hujan dengan intensitas tinggi yang kembali turun, sehingga genangan air dapat cepat surut.***

Reporter Fina Salsabila Aura
Editor Jinan Vania Barizky