AYOJAKARTA.COM – Calon presiden Koalisi Perubahan untuk Persatuan Anies Baswedan menyampaikan sejumlah pandangan terkait Ibu Kota Nusantara (IKN).
Pernyataan tersebut disampaikan langsung Anies Baswedan ketika menghadiri acara Rakernas XVI Apeksi 2023 di kota Makassar, Sulawesi pada Kamis, 13 Juli 2023.
Dalam acara yang dilangsungkan hari ini, Anies Baswedan menilai tidak perlu otot politik jika sebuah perencanaan memiliki dasar yang baik.
Selain dihadiri oleh peserta dan tamu undangan, Rakesnas XVI Apeksi 2023 juga menghadirkan 2 capres lainnya.
Pertemuan antara Anies Baswedan, Ganjar Pranowo serta Prabowo Subianto merupakan pertemuan perdana sejak deklarasi capres.
Di hadapan para tamu undangan Rakernas XVI Apeksi 2023, Anies juga sempat menyampaikan sejumlah persoalan terkait lingkungan.
Anies menilai sejak tahun 1972 sampai dengan 2012, wajah Ibukota Jakarta berkembang tanpa suatu perencanaan matang.
“Kami melihat, merasakan apa yang kita lihat di Jakarta adalah fenomena yang bisa terjadi di kota lain dalam beberapa dekade mendatang,” ujar Anies, dikutip dari siaran Kompas TV.
Baca Juga: Soal Polemik JIS, Anies Baswedan Tak Ambil Pusing: Saya Gak Cawe-cawe
Karena itu, Anies berpendapat agar hal yang terlanjur sudah terjadi di kota Jakarta tidak terulang di kota lain di Indonesia.
Sehingga penataan ruang kota perlu dijadikan sebagai suatu gerakan perubahan yang bisa berdampak pada kualitas hunian.
“Mulai dari sekarang kita tata agar kota kita, ketika nantinya menjadi kota yang besar , dia menjadi kota yang layak huni,” imbuhnya.
Terkait dengan persoalan ekonomi, kemandirian fiskal juga menurut Anies menjadi kendala yang perlu diselesaikan.
Baca Juga: Satu Kata untuk Prabowo dan Ganjar, Anies Baswedan: Patriot dan Sahabat Lama
Dari seluruh provinsi yang berada di wilayah Indonesia, berdasarkan data Kementerian Keuangan hanya 2 persen yang memiliki kemandirian fiskal.
“Mandiri itu artinya PAD mampu membiayai lebih dari sebagian besar belanja daerah, ini harus kita selesaikan sama-sama,” tambahnya.
Sehubungan dengan fakta tersebut, Anies berharap untuk masa mendatang kota-kota di Indonesia mampu memiliki kemandirian fiskal.
Guna mencapai kesetaraan pembangunan dan yang berkeadilan, Anies berpendapat perlunya terpenuhi aspek-aspek layanan dasar.
“Kota harus bisa mempercepat layanan dasar seperti air, kesehatan, pendidikan, pangan serta papan,” jelas Anies.
Bukan saja memberi pernyataan mengenai lingkungan, dalam paparannya Anies juga menyampaikan gagasan terkait dengan pemerataan penerangan.
Sempat memberikan perbandingan dengan sejumlah kota di kawasan Asia, Anies menggagas pentingnya distribusi energi.
“Jadi visi yang kita ingin tawarkan kedepan, kita ingin di malam hari seluruh kota di Republik Indonesia terlihat menyala terang dari udara,” ujar Anies.***