AYOJAKARTA.COM – Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan perasaannya saat di-reshuffle Presiden Joko Widodo (Jokowi) ketika menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud).
Anies Baswedan mengaku bahwa dirinya sangat menghargai dan bersyukur atas keputusan Presiden Jokowi yang mencukupkan tugasnya sebagai Mendikbud.
Sebab, Anies Baswedan mengatakan bahwa setelah dirinya dicukupkan tugas sebagai Mendikbud, ia kemudian mendapatkan amanat sebagai Gubernur DKI Jakarta.
“Saya hormat, saya menghargai dan saya bersyukur dicukupkan tugas di Kemdikbud. Karena kemudian hikmahnya saya mendapatkan pengalaman yang lebih kaya sebagai penyelenggara negara di Jakarta, gubernur,” katanya, dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube Anies Baswedan, Minggu, 9 Juli 2023.
Baca Juga: Ramai Dikabarkan Jadi Bakal Cawapres Anies Baswedan, Yenny Wahid: Santai Dulu Ngopo-ngopi Wae
Anies menjelaskan bahwa pada saat itu, Presiden Jokowi tidak melakukan reshuffle terhadap dirinya saja.
Sosok yang kini digadang-gadang menjadi calon presiden (capres) itu menyebut bahwa ada 7 menteri yang direshuffle Presiden Jokowi.
Meski begitu, Anies menyebut dirinya menghormati dan tidak pernah bertanya mengenai keputusan reshuffle tersebut.
Sebab, Anies yakin bahwa reshuffle tersebut sudah dipikirkan baik-baik oleh Presiden Jokowi.
“Jadi ini keputusan politik yang harus dihormati dan saya tidak pernah tanya juga. Karena ketika presiden memutuskan, pasti beliau memiliki pertimbangan yang lengkap tentang bagaimana beliau harus menjaga apakah keseimbangan, apakah arah dan lain-lain. Dan buat saya itu adalah hak beliau, kita hormati,” jelasnya.
Lebih jauh, Anies menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak marah atas reshuffle tersebut.
Sebab, Anies mengaku dirinya saat menjabat sebagai Gubernur ia masih bekerja bersama dengan Presiden Jokowi.
“Tidak marah dan kita terus bekerja bersama. Ketika saya kemudian bertugas di Jakarta, bisa dibilang kapan saja saya minta waktu untuk audiensi, beliau selalu berikan. Dan banyak urusan di Jakarta itu yang memerlukan dukungan dari pemerintah pusat. Kapan saya perlu, saya selalu kontak, lapor, diberikan waktunya,” tutupnya.***