AYOJAKARTA.COM — Bakal calon presiden (capres) Anies Baswedan mendapat banyak dukungan dari pemilih Partai Amanat Nasional (PAN).
Padahal, PAN tidak termasuk dalam Koalisi Perubahan Persatuan (KPP) yang mengosong Anies.
Hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) yang digelar pada 5-13 Juni 2023 oleh sembilan parpol, mencatat beberapa hasil salah satunya untuk capres Anies Baswedan.
Terdapat pemilih yang memenangkan Anies Baswedan dengan memberikan suara yang cukup tinggi pada survei ini.
Di antaranya adalah PKS yang mendapat angkat 47 persen dan PAN di angka 45,2 persen.
PAN sendiri diketahui bukan merupakan anggota dari KPP, namun para pemilihnya justru condong ke Anies.
Hal itu disampaikan oleh Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah saat Rilis survei "Peta Elektoral Koalisi Partai & Capres-Cawapres Jelang Pemilu 2024" di Hotel Tamarin Jakarta.
Menurut Dedi, dengan jumlah pemilih yang mendominasi selain partai PKS, PAN dinilai seharusnya gabung dalam Koalisi Perubahan yang mengusung Anies menjadi capres.
Baca Juga: Anies Sebut Nama Bakal Cawapresnya adalah Orang Baik, Lantas Benarkah Ada Nama AHY?
“Jadi mungkin PAN harusnya masuk ke Koalisi Perubahan karena pemilihnya sudah mayoritas di Anies,” ujar Dedi, dikutip dari Republika.
Selain Anies Baswedan, survei IPO juga dilakukan bagi dua Bakal Calon Presiden lain seperti Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo.
Dari ketiga nama capres, Prabowo Subianto menjadi yang terunggul dengan suara mencapai 37,2 persen, di posisi kedua ditempati Anies Baswedan dengan jumlah suara 31,5 persen.
Sedangkan pada posisi terakhir ada Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo yang diusung oleh PDIP dengan suara mencapai 26,8 persen.
Baca Juga: Makin Dekat! Anies Baswedan Berangkat Haji Bersamaan dengan Puan Maharani: Bukan Berpolitik
Prabowo mendapat suara yang didominasi oleh pemilih PKB yakni 43,8 persen, Gerindra 66,4 persen, Golkar 41,5 persen, Nasdem 39,8 persen, Demokrat 34,7 persen hingga PPP sebanyak 37,5 persen.
Sedangkan untuk Ganjar Pranowo didominasi oleh pemilih dari partai pengusungnya PDIP sebanyak 58,4 persen dari seluruh jumlah pemilihnya.
Namun rupanya pemilih PDIP juga memberikan suaranya pada Prabowo dan Anies Baswedan.
"Yang memenangkan Ganjar itu cuma satu yakni PDIP itu pun tidak dominan karena 58,4 persen dari basis suara 21 persen yang memilih parpol tadi, separuhnya lebih sedikit lah memilih Ganjar berarti separuhnya yang lain ke Prabowo dapat 29,6 persen bahkan Anies ada 8,5 persen," ujar Dedi.***