AYOJAKARTA.COM – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebagai salah satu partai yang mengusung Anies Baswedan sebagai bakal capres 2024, mendeteksi adanya ketakutan yang dimiliki Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Ketakutan Jokowi tersebut dinilai oleh PKS jika Anies Baswedan berhasil menjadi presiden Indonesia periode selanjutnya.
Ketakutan tersebut terdeteksi oleh PKS dari pidato Jokowi yang menyampaikan bahwa estafet kepemimpinan bukan merupakan meteran pom bensin.
Meski Jokowi tidak menyebutkan sindiran ditujukan untuk siapa, tetapi PKS merasa sindiran tersebut adalah untuk Anies Baswedan.
Baca Juga: Elektabilitas Anies Baswedan Melejit Pada Survei Terbaru, Salip Ganjar Pranowo!
Presiden Jokowi memang sempat menyampaikan bahwa dirinya tidak akan bersikap netral kepada bakal capres demi kebaikan bangsa Indonesia.
Juru Bicara PKS Muhammad Iqbal menganggap bahwa sikap tidak netral Jokowi telah melanggar sumpah presiden.
Karena menurut Muhammad Iqbal, seharusnya Jokowi sebagai seorang presiden memiliki sikap yang netral kepada semua bakal capres.
Oleh karena itu, sikap Jokowi yang dirasa menyindir Anies lewat pidatonya mengenai estafet kepemimpinan dinilai sebagai rasa takut jika nantinya Anies melanjutnya tongkat kepemimpinannya.
Baca Juga: Sebut Anies Terancam Gagal Nyapres Karena Dijegal Penguasa, Relawan Ganjar: Kok Negara yang Salah?
Karena selama ini diketahui bahwa Anies Baswedan kerap kali memiliki pendapat yang berseberangan dengan kebijakan yang dilakukan oleh pemerintahan Jokowi, contohnya saja mengenai kebijakan kendaraan listrik yang dirasa oleh Anies tidak tepat sasaran.
Anies Baswedan juga secara blak-blakan menyampaikan opininya jika memiliki pendapat yang berbeda dengan pemerintah.
Dari sinilah Muhammad Iqbal menganggap bahwa Jokowi menganggap Anies sebagai sosok bakal capres yang tidak bisa dikontrol dan mengikuti pemerintah.
Muhammad Iqbal mengingatkan kepada Jokowi untuk menyelesaikan visi misinya yang belum tercapai, daripada terlalu ikut campur dalam bakal capres, mengingat masa jabatan Jokowi akan segera habis.
Baca Juga: Penjegalan Anies Baswedan Disebut Nyata oleh Musni Umar, Berikut 6 Modusnya
“Terlalu takut sekali kalau yang menang adalah orang yang tidak bisa dikontrol atau diatur. Daripada Pak Jokowi cawe-cawe berlebihan sebaiknya memang Pak Jokowi melanjutkan apa cita-cita dan visi misinya yang belum tersalurkan,” kata Muhammad Iqbal, dikutip dari siaran Kompas TV, Sabtu, 17 Juni 2023.
Baik Anies Baswedan maupun Jokowi sama-sama alumni dari UGM, tetapi Anies cukup lama mengenyam pendidikan di luar negeri.
Oleh karena itu Muhammad Iqbal menilai wajar jika cara pandang Anies Baswedan dan Jokowi agak berbeda.
Muhammad Iqbal mengingatkan jika Jokowi terlalu cawe-cawe dan bakal capres yang tidak didukung, nyatanya justru memenangkan Pilpres maka akan timbul masalah baru dalam politik.
“Nanti kalau seperti ini, orang yang tidak didukung ketika dia menang, dia akan jadi masalah baru. Sehingga tidak elok dalam politik,” kata Muhammad Iqbal.***