AYOJAKARTA.COM -- Isu penjegalan Anies Baswedan sebagai bakal calon Presiden (bacapres) ditanggapi oleh Musni Umar.
Musni Umar merupakan loyalis Anies Baswedan yang menyebut bahwa penjegalan bacapres dari koalisi perubahan itu nyata.
Musni Umar pun mengungkapkan setidaknya ada enam modus dalam dugaan penjegalan Anies Baswedan.
“Penjegalan Anies bukan isapan jempol tapi nyata dilakukan secara langsung atau tidak langsung dgn 6 modus,” kata Musni Umar yang dikutip dari akun Twitternya.
Enam modus tersebut kemudian dibeberkan oleh Musni Umar. Pertama adalah menyebar spanduk yang berisikan hal-hal jelek terhadap Anies di daerah yang dikunjungi Anies.
Kedua adanya serangan yang masif dari sosial media tentang isu negatif kepada Anies.
“Pertama, sebar spanduk dengan isu sangat negatif untuk menjelekkan Anies di setiap daerah yang dikunjungi. Kedua, serang Anies secara masif di media sosial dgn isu yang amat tidak beretika karena tidak pernah dilakukan," ungkap Musni Umar.
Baca Juga: 5 Tanda Ini Menunjukkan Kalau Kamu Adalah Orang yang Disegani
Ketiga adalah diduga menekan tiga parpol untuk berhenti mendukung Anies.
“Ketiga, Merayu & diduga menekan 3 parpol KPP untuk stop dukung Anies.” kata Umar.
Lalu keempat, PDI P melirik AHY sebagai kandidat bakal calon Wakil Presiden untuk Ganjar Pranowo.
“Keempat, PK Partai Demokrat ke MA, memasukkan AHY kandidat Wapres Ganjar dan rekonsiliasi dadakan antara PDIP dgn Demokrat setelah 19 tahun Ibu Mega & Pak SBY tdk bersapa.” tulisnya.
Baca Juga: Tak Punya KJP Plus, Warga Ketar-ketir Tak Bisa Lolos PPDB DKI Jakarta 2023
Umar juga menduga bahwa ada lembaga survei yang sengaja dibaya untuk menjatuhkan Anies. Sementara modus terakhir adalah dengan menekam Partai NasDem soal kadernya yang ditersangkakan.
“Kelima, Diduga menggunakan lembaga survei untuk melemahkan bahkan menghabisi Anies. Keenam, Menekan Nasdem dgn mentersangkakan Johny Plate dan berita terakhir SYL.” tulisnya.***