Metropolitan

Partai Garuda Sentil Anies yang Tak Miliki Prestasi hingga Ngaku Dijegal, Teddy Gusnaidi: Ini Penyakit

Oleh: Rosandra Gisca Andyna Minggu 11 Jun 2023, 16:23 WIB
Jubir Partai Garuda, Teddy Gusnaidi kini menyoroti sosok bakal calon presiden (capres) Anies Baswedan yang tengah ramai sebut dirinya akan dijegal.

AYOJAKARTA.COM -- Jubir Partai Garuda, Teddy Gusnaidi kini menyoroti sosok bakal calon presiden (capres) Anies Baswedan yang tengah ramai sebut dirinya akan dijegal.

Menurut Teddy Gusnaidi, Partai Garuda setuju dengan pernyataan Partai PDI Perjuangan yang telah membantah bahwa ada penjegalan kepada Anies Baswedan.

Apalagi menurut PDI Perjuangan, sosok Anies Baswedan itu sangat nihil prestasi dan hal itu juga dibenarkan oleh Teddy Gusnaidi mewakili Partai Garuda.

Hal itu disampaikan oleh Teddy Gusnaidi melalui cuitannya di media sosial Twitter @TeddGus seperti dikutip Ayojakarta.com dari liberte.suara.com, Minggu, 11 Juni 2023.

Baca Juga: Desakan Penentuan Bacawapres Anies Baswedan, Partai Demokrat: Kalau Ingin Menang Cepat Deklarasikan

"PDIP pun berpendapat sama seperti Partai Garuda. Karena sama sekali tidak mempunyai prestasi, makanya membuat cerita dijegal. Ini penyakit," cuit Teddy.

Selain itu, Teddy juga menilai bahwa Anies Baswedan hanya menjual cerita soal penjegalan hanya demi belas kasihan.

Anies dianggap calon yang cengeng dan rapuh hingga tidak bisa tersentuh bahkan dengan kritikan sekalipun.

Dikatakan Teddy bahwa siapa yang menyentuh Anies akan disebut penzaliman hingga membuat terpukul dan tersakiti.

Baca Juga: Sudirman Said Ungkap Banyak Pejabat Bujuk PKS Agar Keluar dari Koalisi, Langkah Anies Baswedan Makin Terjal?

Teddy menganggap kelakuan itu sama sekali tidak cocok menjadi calon presiden karena tidak memiliki prestasi namun hanya menjual konsep belas kasihan.

“Fenomena calon cengeng mulai muncul belakangan ini. Calon yang rapuh, yang tidak boleh tersentuh sama sekali. Disinggung, dibantah, diklarifikasi, bahkan ketika ditanya sedikit, itu langsung diarahkan sebagai penzoliman, yang membuat terpukul dan tersakiti hatinya. Lalu merengek ke publik bahwa telah terjadi penzoliman dan penjegalan terhadap dirinya,” tulis Teddy.

“Fenomena ini adalah cara terbaru dari para calon yang sama sekali tidak memiliki prestasi dan konsep untuk dijual dalam kontestasi. Yang dijual adalah konsep belas kasihan. Berharap dikasihani karena terzolimi, sehingga dipilih dalam kontestasi,” lanjutnya.

Saat ini pun Anies tengah berhadapan dengan para koalisi perubahan untuk segera mengumumkan bakal calon pendampingnya apalagi angka elektabilitasnya saat ini tengah menurun.

Baca Juga: Ahmad Sahroni Soal AHY Cawapres Dampingi Anies Baswedan: Mereka Maksa Pokoknya!

Penurunan angka tersebut diduga karena Anies tak kunjung mengumumkan bakal calon wakil presiden pendamping di Pilpres 2024 mendatang.

Bahkan Partai Demokrat juga diketahui sempat memberikan peringatan kepadanya apabila tidak segera mengumumkan maka dukungannya terhadap Anies akan dievaluasi.

Meskipun begitu Anies disebut telah mengantongi satu nama yang akan menjadi pendampingnya nanti.***

Reporter Rosandra Gisca Andyna
Editor Tedi Rukmana