AYOJAKARTA.COM — Pada acara Sarasehan Kebangsaan di Puri Begawan, Kota Bogor, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo turut hadir dalam acara tersebut, Sabtu, 3 Juni 2023.
Kehadiran Ganjar Pranowo disambut langsung oleh Walikota Bogor Bima Arya, bahkan sang walikota sempat berpidato di tengah-tengah acara.
Dalam pidatonya Bima Arya sempat melontar pujian untuk Ganjar Pranowo yang disebutnya memiliki kemiripan dengan sosok Prabu Siliwangi.
Bima Arya sempat menceritakan sedikit kisah dari sosok Prabu SIliwangi.
Baca Juga: Tegas! Megawati Sentil Ganjar: Awas Kalo Kamu Nggak Ngaku Petugas Partai Di Pilpres 2024
Walikota Bogor itu menyebut Prabu Siliwangi adalah sosok yang pluralis, pada masa Prabu Siliwangi keamana, kesejahteraan dan keberagaman sangat jaya.
"Keamanan, kesejahteraan, keberagaman itu jaya di masa Prabu Siliwangi, kerajaan Padjajaran yang ibukotanya di bangun parit, yang mengelilingi kerjaan, 1 fungsinya keamanan dan kesejahteraan," tutur Bima Arya, dikutip dari siaran Kompas TV, Sabtu, 3 Juni 2023.
"Prabu Siliwangi adalah seorang pluralis sejati, menghargai keberagaman, mengayomi perbedaan, agama islam mulai tumbuh dan berkembang di zaman Prabu Siliwangi," lanjutnya.
Bima Arya menyebut 3 sifat yang dimiliki sosok Prabu Siliwangi ada pada diri Ganjar Pranowo, ketiga sifat tersebut menjadi penting bagi seorang pemimpin.
Sifat yang pertama adalah pamanggul, yang memiliki arti pemimpin adalah pemikul yang harus kuat.
"Pamanggul yang memikul bukan yang dipanggul, pemimpin itu harus yang memikul harus kuat, baik stamina maupun jiwa raga, mentalnya harus kuat, staminanya harus kuat," ungkap Bima Arya.
"Jadi kalau kuat lari di setiap kota dikunjungi kuat atau enggak, pamanggul atau enggak? Ganjar Pranowo atau bukan?," sambungnya.
Selanjutnya, Bima Arya menyebut sifat jembar hate, yang memiliki makna ikhlas, legawa, memiliki hati dan tutur kata yang baik, tidak menyakiti.
Baca Juga: Ganjar Tanggapi Kekhawatiran Anies Baswedan Soal Cawe-cawe: Kalau Sudah Nyalon Jangan Takut!
"Yang kedua, jembar hate, ikhlas, legawa, hati seluas samudera, tidak julid, tetap kerja terus menerus dan ikhlas," ujar Bima Arya.
"Tidak mengharapkan apa-apa dan royal kepada pimpinan, embar hate bukan itu? Ganjar Pranowo bukan?," tambahnya.
Kemudian yang ketiga Bima Arya menyebut sifat paling euih, yang artinya pintar dan piaway berkomunikasi dan bersosial.
"Yang ketiga paling euih, pintar dan piaway berkomunikasi, lisan tertututur dengan baik, tidak pernah menyakiti, tidak pernah menyinggung, tidak pernah kontroversial," jelas Bima Arya.
"Hati-hati dan mampu berelancar ke semua elemen, baik dunia nyata maupun sosail media, pemimpin paling penting piaway berkomunikasi, Ganjar Pranowo bukan?," lanjutnya.***