Metropolitan

Pendiri PAN Soal Cawe-cawe Jelang Pemilu 2024: Jokowi Sudah Berubah

Oleh: Cita Aryani. M Jumat 02 Jun 2023, 16:31 WIB
Pendiri PAN Abdillah Toha, mengirim surat terbuka untuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang dinilai cawe-cawe jelang pilpres 2024 mendatang.

AYOJAKARTA.COM — Pendiri Partai Amanat Nasional (PAN), Abdillah Toha, mengirim surat terbuka untuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang dinilai cawe-cawe jelang pilpres 2024 mendatang. 

Surat terbuka tersebut ditulisnya karena kecintaan pada Tanah Air sekaligus rasa hormatnya kepada Jokowi sebagai kepala negara.

Namun, surat terbuka itu juga bisa dijadikan sebagai kritik untuk presiden karena secara terang-terangan mengatakan akan cawe-cawe di pemilu 2024.

"Bapak bisa membacanya sebagai kritik, tetapi saya tidak ragu karena bapak pernah bilang langsung kepada saya bahwa bapak tidak keberatan untuk dikritik karena kritik adalah masukkan bagi bapak. Saya juga percaya bahwa kritik itu penting, bahkan kritik dari seorang kawan itu tujuannya agar kawan kita tidak terjerumus dengan memuji terus-menerus, maka justru kawan kita akan jatuh terjerembab," kata pendiri PAN dalam surat terbukanya.

Baca Juga: Bukan Cawe-cawe Jokowi, Mahfud MD Justru Khawatir Ada Penjegalan Anies Baswedan dari Internal Koalisi?

Ia juga mengatakan bahwa dirinya pernah membuat selebaran terkenal yang berjudul "10 Alasan Mengapa Memilih Jokowi" saat periode pertama.

Pada periode kedua Abdillah mengklaim bahwa dirinya masih menjadi pendukung Jokowi meskipun ia tidak pernah masuk tim resmi kampanye tersebut. 

Namun demikian di periode dua, ia sudah melihat jika Presiden Jokowi telah banyak berubah dan banyak membuat kesalahan. 

Abdillah Toha juga mengatakan bahwa langkah-langkah manuver politik Jokowi ini tidak mencerminkan sikap seorang demokrat yang berpihak kepada rakyat.

Baca Juga: Beda Pendapat Soal 'Cawe-cawe' Presiden Jokowi, Anies Ngaku Takut Dijegal di Pemilu, Ganjar Beri Nasihat Ini

"Saya kira hanya orang bebal, yang tidak bisa mengatakan bahwa move-move pak Jokowi belakang ini mungkin sudah beberapa bulan atau hampir setahun itu sangat kasar dan tidak seperti orang Jawa," kata dia, dikutip dari siaran MetroTV, Jumat, 2 Juni 2023.

Selanjutnya, ia hanya bisa berharap bahwa apapun sikap manuver politik yang dilakukannya saat bisa segera dihentikan karena bisa merusak demokrasi bangsa. 

Sebab, kata dia, Jokowi memiliki peran penting sebagai kepala negara yang menjamin seluruh kelancaran pemilu tanpa adanya intervensi.***

Reporter Cita Aryani. M
Editor Tedi Rukmana