Metropolitan

Anies Baswedan Singgung Estafet Kepemimpinan: Ini Bukan Soal Melanjutkan atau Tidaknya

Oleh: Cita Aryani. M Jumat 02 Jun 2023, 10:44 WIB
Bakal capres 2024 dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan, Anies Baswedan, menyinggung tentang estafet kepemimpinan setelah pilpres 2024 mendatang tak melulu berbicara soal keberlanjutan atau tidak, melainkan soal mencapai tujuan bernegara.

AYOJAKARTA.COM — Bakal capres 2024 dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan, Anies Baswedan, menyinggung tentang estafet kepemimpinan setelah pilpres 2024 mendatang tak melulu berbicara soal keberlanjutan atau tidak, melainkan soal mencapai tujuan bernegara.

Anies menyebut bahwa menunaikan janji kemerdekaan merupakan salah satu bentuk dalam menghadirkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

"Meluruskan jalan, menghadirkan keadilan, ini yang seharusnya kita pegang, ihdinas sirotol mustaqim, karena kita ingin ditunjukkan jalan yang benar," kata Anies, dikutip dari siaran MetroTV, Jumat, 2 Juni 2023.

Eks Gubenur DKI Jakarta ini mengatakan bahwa proses lima tahunan saat ini akan terus dikawal.

Baca Juga: Tanggapi Kritikan Anies Baswedan soal Cawe-cawe Presiden, Ganjar: Kalau Nyalon Jangan Takut dengan Isu Apapun

"Kemenangan ini bukan hanya untuk satu pihak, yang sedang kita bicarakan adalah kemenangan untuk kita mempercepat pelunasan janji kemerdekaan bagi bangsa Indonesia," kata Anies.

Anies juga mengatakan jika arah kepemimpinan melenceng maka harus siap dikritik agar bisa meluruskan jalannya.

Hal tersebut dinilainya sebagai suatu proses yang normal agar bisa menjadi negara yang maju.

"Ketika arahnya melenceng, diluruskan. Ini adalah proses normal yang harus kita jalani terus menerus," kata Anies.

Baca Juga: Anies Baswedan Bertemu SBY di Pacitan, Mahfud MD Malah Wanti-wanti Dijegal Koalisi Sendiri: Harus Kompak Biar…

Ia juga berpesan kepada pemimpin yang tengah bertugas saat ini untuk tidak khawatir, sebab tugas yang diemban akan segera usai pada 2024 mendatang.

"Jadi yang sekarang sedang bertugas jangan pernah khawatir karena memang tugasnya akan selesai," ungkapnya.

Selanjutnya Anies juga menegaskan bahwa kekuasaan tersebut bukanlah di tangan pemerintah tetapi di tangan rakyat.

"Seperti kompas yang dipegang ketua regu karena kekuasaannya ada pada tangan rakyat, bukan pada tangan pemegang kemenangan," kata Anies.***

Reporter Cita Aryani. M
Editor Tedi Rukmana