Metropolitan

Berbeda dengan 8 Fraksi, PDIP Akan Dukung Pemilu Tertutup? Ketua DPP Jelaskan Alasan Logis

Oleh: Awit Wiarni Kamis 01 Jun 2023, 21:42 WIB
Ketua DPP PDIP Aria Bima

AYOJAKARTA.COM - Isu mengenai sistem pemilu 2024 tertutup kini semakin kencang beredar.

Hal ini membuat banyak pro dan kontra, tetapi PDIP memiliki pendapat yang berbeda dari kebanyakan suara.

Disaat delapan fraksi DPR menolak adanya pemilu tertutup, PDIP justru memiliki pendapat lain, pendapat ini menjadi bertentangan dengan keputusan pihak kebanyakan.

Baca Juga: Wakil Ketua DPR RI Periode 2014-2019 Bidang Kesra Fahri Hamzah Berikan Saran untuk Rakyat di Pemilu 2024

PDIP sebagai partai yang memiliki kekuatan besar tentunya akan memiliki pengaruh yang cukup kuat ketika memiliki opini mengenai pemilu tertutup.

Perlu diketahui bahwa dalam pemilu tertutup atau dengan kata lain proporsional tertutup maka pada saat pemilihan tidak menampilkan calon legislatif, namun hanya menampilkan logo partai saja.

Ketika partai sudah terpilih selanjutnya calon anggota parlemen akan ditentukan oleh internal partai politik saja.

Baca Juga: Demi FYP! Duet Kolaborasi Pengguna Akun TikTok yang Membahas Soal Pemilu, Justru Berujung Komentar Lucu

Menjelang pesta demokrasi 2024, topik politik semakin panas diperbincangkan.

Banyak pihak yang memiliki perbedaan pendapat mengenai demokrasi.

Dilansir AyoJakarta.com dari kanal YouTube tvOneNews (1/6/2023), Ketua DPP PDIP Aria Bima menyampaikan bahwa PDIP selalu mempertimbangkankan setiap sistem demokrasi.

Baca Juga: Saat Masyarakat Resah Karena Pemilu 2024 Bisa Bermasalah, Anies Baswedan Mengajak untuk Menerapkan Sikap Ini

Menurutnya tidak ada sistem demokrasi yang sempurna, namun setiap kemungkinan patut untuk dicoba agar mengetahui mana yang paling sedikit memiliki kerugian.

Maka dalam undang-undang pemilu selalu dilakukan evaluasi dan juga pembahasan per 5 tahunan untuk terus melihat dan membenahi.

Setelah dalam waktu yang cukup lama mengamati berbagai sistem demokrasi, maka PDIP menyimpulkan bahwa pemilu tertutup merupakan sistem yang paling mendekati kehendak konstitusi.

Baca Juga: Usai Jokowi Ngaku Cawe-cawe di Pemilu 2024, Anies Baswedan Sebut Ada yang Takut Dijegal, Siapa?

Bahkan bukan kali ini PDIP menyetujui mengenai pemilu tertutup, gagasan ini sudah pernah diutarakan oleh PDIP sebelumnya.

Aria Bima menjelaskan secara logis bahwa gagasan yang dimiliki PDIP untuk mendukung pemilu tertutup merupakan kesimpulan yang didapatkan bukan secara instan tetapi melalui pengamatan sejumlah sistem demokrasi dalam waktu yang cukup lama.

“Yang lebih cenderung mendekati kehendak konstitusi terkait dengan pemilu legislatif dimana sistem pemilu legislatif adalah pesertanya partai politik, saya katakan bahwa yang cenderung mendekati kehendak konstitusi itu adalah sistem proporsional tertutup,” ungkap Aria Bima.

Baca Juga: Apa Arti Cawe-cawe yang Trending di Twitter setelah Jokowi Disebut Cawe-cawe Pemilu 2024? Ini Penjelasannya

“Setiap kali pembahasan pemilu PDI Perjuangan selalu menyuarakan itu supaya apa? Argumentasi fungsi partai politik agregat, artikulator, fraksi, alat kelengkapan ini nggak ada voting perorangan. Semua adalah sistem suara kelembagaan,”  lanjutnya.

Aria Bima mengingatkan bahwa selama ini baik agregat, artikulator, fraksi maupun alat kelengkapan lainnya tidak ada yang dipilih secara perorangan tetapi dari sistem suara kelembagaan.***

Reporter Awit Wiarni
Editor Desi Kris