AYOJAKARTA.COM - Kasus penganiayaan David Ozora yang dilakukan oleh Mario Dandy Satriyo hingga kini belum ada perkembangan.
Pasalnya, sudah 3 bulan sejak dilaporkan, Mario Dandy Satriyo belum juga menjalani sidang kasus penganiayaan terhadap David Ozora.
Tidak adanya kejelasan kapan Mario Dandy Satriyo akan sidang membuat keluarga David Ozora kembali bersuara.
Paman David Ozora, Alto Luger, baru-baru ini menuliskan sebuah cuitan yang ditujukan kepada Polda Metro Jaya.
Cuitan tersebut dibagikan oleh paman David Ozora melalui akun Twitter @AltoLuger pada Senin (22/5/2023).
Dalam cuitannya, paman David Ozora menuliskan uneg-unegnya atas ketidakjelasan kasus penganiayaan yang menimpa keponakannya itu.
Baca Juga: Proses P-21 Kasus Mario Dandy Sangat Lambat, Setelah 3 Bulan, Akankah Bisa Selesai Minggu Ini?
“Dear Polda Metro Jaya. Kami, keluarga David Ozora yang mengikuti perkembangan kasus hukum atas tersangka utama Mario Dandy, penganiaya berat dengan perencanaan atas anak kami David merasa capek dengan ketidakjelasan perkembangan kasus ini,” kata Alto Luger dikutip AyoJakarta.com pada Selasa (23/5/2023).
Merasa sudah lelah dengan ketidakjelasan kasus Mario Dandy, Alto Luger pun menyebut jika sebaiknya anak Rafael Alun itu dibebaskan.
Tidak hanya dibebaskan, melalui cuitannya Alto Luger menyebut Mario Dandy juga diangkat menjadi Duta Free Kick.
Baca Juga: Update Kasus Mario Dandy, Sudah 3 Bulan Tak Kunjung Disidang, Kejati Sebut Masih Lakukan Ini
Selain itu, Alto Luger juga menyinggung soal berkas perkara Mario Dandy yang hingga kini belum juga rampung.
“Untuk itu maka kami merasa sebaiknya Mario Dandy dibebaskan saja, dan sekaligus diangkat sebagai Duta Free Kick oleh Polda Metro Jaya, karena prestasinya yang sangat luar biasa yaitu bisa melihat kepala seorang anak sebagai bola yang pantas untuk ditendang, dan diakhiri dengan selebrasi, dan juga prestasinya yang mampu membuat berkas kasusnya bisa berputar-putar antara Polda Metro dan Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta,” jelasnya.
Di akhir cuitannya, Alto Luger mengungkapkan rasa kekecewaan keluarga yang selama ini sudah menunggu persidangan Mario Dandy.
“Kami pernah punya harapan tinggi kepada kalian… Pernah punya… Terima kasih,” ungkapnya.***