AYOJAKARTA.COM – Meningkatnya kebutuhan hidup sehari-hari ikut berdampak pada tingginya jumlah calon pendaftar KJP Plus.
Dengan adanya bantuan biaya pendidikan seperti KJP Plus, masyarakat berharap akan dapat memenuhi standar layak hidup.
Namun demikian, dalam pelaksanaan tidak sedikit warga DKI Jakarta yang justru kecewa karena sulitnya menjadi penerima bantuan biaya pendidikan KJP Plus.
Sejak pertama kali dikeluarkan, sistem pengesahan pada bantuan biaya pendidikan KJP Plus terus melakukan perubahan dan pemutakhiran.
Langkah perbaikan dan pemutakhiran yang dilakukan tersebut, tidak lain bertujuan agar tidak terjadi kesalahan dalam pengalokasian bantuan.
Sehingga hanya masyarakat atau calon pendaftar dengan kategori tertentu saja yang layak dijadikan sebagai penerima bantuan KJP Plus.
Terkait dengan pemutakhiran data dan mekanisme penyaringan, langkah senada juga dilakukan oleh pemerintah dalam perekrutan CPNS.
Jika sebelumnya untuk menjadi seorang CPNS tidak memerlukan banyak persyaratan, maka langkah perubahan terus dilakukan agar tercipta SDM yang kualitas.
Sebelum menetapkan sebuah keputusan terkait dengan daftar penerima bantuan biaya pendidikan KJP Plus, langkah penyaringan dilakukan.
Pemerintah dalam hal ini melalui Data Terpadu Kesejahteraan Sosial atau DTKS, melakukan penyaringan data sampai ke tingkat RT.
Seluruh data yang telah didapatkan dari masyarakat di tingkat paling dasar, kemudian dilakukan pengumpulan secara menyeluruh.
Dari data tersebut, kemudian dilakukan penyaringan lebih mendalam untuk menentukan kategori layak mendapatkan bantuan atau sebaliknya.
Langkah ini penting untuk dilakukan agar besaran bantuan biaya pendidikan yang ada dalam program KJP Plus, bisa sesuai dengan kuota peserta didik yang ada.
Panjangnya proses pendaftaran KJP Plus bagi peserta didik juga ikut dipengaruhi oleh sejumlah institusi lain yang terlibat secara langsung.
Sebelum ditetapkan sebagai calon penerima manfaat bantuan biaya pendidikan, data pendaftar juga perlu disahkan melalui Musyawarah di Tingkat Kelurahan atau Muskel.
Dalam menentukan pemberian KJP Plus bagi peserta didik, pihak sekolah juga berkontribusi dalam melakukan verifikasi dan validasi data untuk disahkan ke Diknas.
Apabila kedua institusi tersebut sudah memberikan validasi, data orang tua calon peserta juga masih harus dilakukan pemeriksaan.
Berikutnya, daftar nama calon penerima KJP Plus dicocokkan melalui sistem yang ada di dalam Disdukcapil serta Dispenda.
Dari sistem tersebut kemudian akan diketahui tingkat perekonomian dan kelayakan administrasi dari calon penerima bantuan biaya pendidikan KJP Plus.
Setelah semua tahapan sudah memenuhi kualifikasi, daftar penerima akan diumumkan secara terbuka melalui situs resmi serta pihak sekolah.
Demikian tahapan pengajuan KJP Plus yang dirangkum Ayojakarta pada Senin, 15 Mei 2023 dari kanal Youtube Eka Nur Arifin. ***