AYOJAKARTA.COM — Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, yang merupakan calon presiden pada Pilpres 2024 mendatang mengatakan, gagasan yang dibangunnya saat ini bertujuan menghadirkan keadilan.
Pasalnya pada masa sekarang, kata dia, masih ada banyak ketimpangan sosial yang dihadapi oleh bangsa Indonesia.
Maka dari itu, ia memberikan suatu contoh gagasan yang bisa menghadirkan kebijakan yang berpihak pada rakyat dan bukan omong kosong.
"Kebijakan disusun berdasarkan gagasan bukan sekedar kebijakan tanpa narasi, tanpa gagasan. Urutannya harus jelas, bukan hanya karya-karya tapi karya berbasis narasi. Narasi berbasis gagasan dan gagasannya disinilah tadi yang disampaikan kesemakmuran, kesetaraan keadilan," kata Anies dalam video di kanal YouTube-nya, dikutip pada Senin, 15 Mei 2023.
Ia juga menjelaskan bahwa di dalam kesemakmuran kesetaraan keadilan ini ada pembagian sumber daya yang memiliki gagasan yang bisa menjangkau semua lapisan dan tidak hanya satu lapisan saja.
Kemudian, Anies menceritakan kedatangannya ke Pulau Selaru di Maluku Tenggara Barat.
"Saya datang ke pulau itu, lalu mereka memulai acara dengan dengan berkumpul seratus orang. Di tempat itu belum ada listrik, belum listrik. Lalu mereka menyiapkan diesel untuk sound system. Dieselnya ini di taruh sekitar 20-30 km dari lokasi supaya ramainya diesel tidak terdengar," ucap Anies.
Pada saat menyanyikan lagu Indonesia Raya, Anies mengaku kalau hatinya bergetar di sebuah tempat yang tidak dialiri oleh listrik.
Baca Juga: Siap Maju Sebagai Capres, Anies Baswedan Akui Masih Punya Tantangan Ini untuk Dihadapi
"Mereka belum merasakan kesejahteraan fasilitas seperti kita, yang mereka miliki masih terbatas tapi mereka mengirim pesan kepada tamu yang datang dari Jakarta," kata Anies.
"Pak Anies bisa jadi kami belum punya listrik bisa jadi kami belum sejahtera tapi jangan pernah ragukan keindonesiaan dan Kecintaan kami pada Indonesia," lanjutnya bercerita.
Selanjutnya, Anies mengatakan bahwa kecintaannya terhadap Indonesia bukan dilihat dari segi material tetapi kecintaan tersebut berdasarkan tanpa syarat.
"Kita-kita yang memperjuangkan Indonesia yang lebih baik, kita harus ingat bahwa ada saudara-saudara kita yang lokasinya hitungan kilometer jauh dari Jakarta, jauh dari Monas, tapi mereka nol kilometer dari Indonesia dan mereka harus merasakan kesejahteraan yang meningkat secara amat serius," jelasnya.***