AYOJAKARTA.COM — MRT Jakarta kembali mencuri perhatian. Kali ini, bukan hanya karena reputasinya sebagai transportasi publik modern yang telah mengubah kebiasaan mobilitas masyarakat, tetapi juga karena proyek ekspansinya yang terus berkembang.
Salah satu yang terbaru adalah pembangunan Stasiun Monas, yang disebut-sebut sebagai langkah penting dalam fase 2A pengembangan MRT Jakarta.
Pada Kamis, 13 Februari 2024, Plt. Deputi IV Kepala Staf Kepresidenan Mayjen TNI (Purn) Kasuri mengunjungi area konstruksi Stasiun Monas untuk melihat langsung progresnya.
Dalam kunjungan tersebut, Kasuri menyampaikan apresiasinya terhadap proyek ini dan menegaskan bahwa MRT Jakarta merupakan sebuah mahakarya luar biasa.
Menurutnya, sistem transportasi ini bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga telah membentuk budaya baru dalam masyarakat, seperti disiplin antre, tertib, dan menjaga kebersihan fasilitas publik.
“MRT Jakarta merupakan mahakarya luar biasa yang kompleks dan dibuat dengan perhitungan matang," ujarnya.
Dalam kunjungan yang dimulai sekitar pukul 14.00 WIB itu, rombongan dari Kantor Staf Kepresidenan (KSP) diterima langsung oleh Direktur Utama PT MRT Jakarta, Tuhiyat, serta Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta, Weni Maulina.
Mereka diberikan paparan mengenai perkembangan konstruksi fase 2A, termasuk Stasiun Monas yang saat ini telah mencapai lebih dari 85 persen penyelesaian.
Baca Juga: Ingin Nonton Pertandingan Indonesia vs Jepang di GBK? Naik MRT Saja, Gratis! Catat Lokasi Parkirnya!
Proses pembangunan Stasiun Monas sendiri tidak bisa dibilang mudah. Stasiun ini terletak sekitar 18 meter di bawah tanah, menjadikannya salah satu bagian dari sistem MRT bawah tanah yang paling kompleks di Jakarta.
Saat ini, pengerjaan sudah memasuki tahap akhir dengan sejumlah pekerjaan pendukung yang sedang diselesaikan, seperti pemasangan granit dan handrail tangga, pengujian sistem HVAC (Heating, Ventilation, and Air Conditioning), suplai air dan drainase, serta sistem pemadam kebakaran.
Stasiun Monas merupakan bagian dari paket kontrak CP201 yang mencakup dua stasiun bawah tanah—Stasiun Thamrin dan Stasiun Monas—serta dua terowongan yang menghubungkan Stasiun Bundaran HI dengan Stasiun Harmoni.
Dengan panjang sekitar 280 meter, stasiun ini dirancang agar terintegrasi dengan kawasan Taman Monumen Nasional, memberikan kemudahan akses bagi masyarakat yang ingin berkunjung ke salah satu ikon Jakarta tersebut.***