AYOJAKARTA.COM-Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri telah memastikan bahwa tidak ada kandungan racun yang terdapat di tubuh AKBP Buddy Alfrits Towoliu.
Kabid Kimbiofor Bareskrim Polri Kombes Pol Wahyu Marsudi mengumumkan hasil tes forensik korban dalam sebuah konferensi pers di Polres Metro Jakarta Timur pada Senin, 1 Mei 2023.
Dikutip oleh ayojakarta.com pada 3 Mei 2023 melalui kanal Youtube Kompas TV, Kombes Pol Wahyu Marsudi menjelaskan bahwa hasil tes pestisida, arsenik, sianida, alkohol, dan narkoba semuanya negatif.
Baca Juga: PLT PPP Mardiono : Sandiaga Uno Cocok Dampingi Ganjar Pranowo Di Pilpres 2024 Sebagai Cawapres!
"Kita dapatkan hasil untuk pestisida seluruhnya negatif, arsenik seluruhnya negatif, sianida seluruhnya negatif, alkohol negatif, dan narkobanya negatif," ujarnya.
AKBP Buddy Alfrits Towoliu ditemukan tewas di Stasiun Jatinegara pada Sabtu, 29 April 2023 dengan luka berat karena ditabrak oleh kereta api dengan rute Pasar Senen - Tegal yaitu KA Tegal Bahari.
Polisi menduga korban bunuh diri, tetapi keluarga korban menolak hipotesis itu dan meminta penyelidikan yang lebih mendalam.
Pihak kepolisian telah melakukan otopsi terhadap jenazah korban dan mengirimkan sampel ke Puslabfor untuk diuji. Berbekal 6 barang bukti sampel dari darah, urin, potongan organ hati, rambut, serta swab kuku tangan kanan dan kiri, hasil tes pun keluar.
Baca Juga: Terciduk! Prabowo Subianto Didekati Oleh Airlangga Hartarto, Pembentukan Pasangan Capres-Cawapres?
Hasil tes yang keluar menunjukkan bahwa tidak ada kandungan racun yang terdeteksi dalam tubuh korban.
"Kami telah melakukan tes yang teliti dan kami dapat memastikan bahwa tidak ada kandungan racun atau zat berbahaya lainnya yang terdeteksi dalam tubuh korban," kata Kombes Pol Wahyu Marsudi.
Kematian AKBP Buddy Alfrits Towoliu telah menimbulkan kecaman dari berbagai pihak dan memicu spekulasi tentang motif di balik insiden ini.
Baca Juga: Aksi Gibran Tuai Pujian Warganet Karena Datangi Pelajar yang Sakit Setelah Upacara Hardiknas
Namun, pihak kepolisian menegaskan bahwa penyelidikan masih berlangsung dan belum ada kesimpulan resmi tentang apa yang terjadi.
Sebagai bagian dari penyelidikan, polisi juga telah meminta keterangan dari saksi-saksi yang melihat korban sebelum kematiannya.
Mereka juga telah memeriksa rekaman CCTV dari stasiun kereta api di mana korban ditemukan tewas di Stasiun Jatinegara. Rekaman CCTV tersebut pun juga diungkap ke publik, lengkap beserta kronologi lengkap dari Polres Metro Jaya Jakarta Timur.
Hasil tes forensik menunjukkan bahwa tidak ada kandungan racun dalam tubuh korban, pun menghempas berbagai dugaan dimana ia diduga mabuk, menggunakan narkoba atau diracun yang mana akhirnya memilih untuk bunuh diri.
Bahkan, tidak sedikit warganet yang menduga bahwa sosok AKBP Buddy meninggal karena jabatan Kasat Narkoba Polres Metro Jaya Jakarta Timur yang baru saja diemban pada awal April 2023.
Banyak rumor yang menyatakan AKBP Buddy menerima telepon dari mafia narkoba, hingga dibunuh dengan racun atau dalam pengaruh narkoba, namun dengan hasil Puslabfor dan CCTV, akhirnya keluarga menerima hasil penyidikan polisi.***