AYOJAKARTA.COM - Hari raya Idul Fitri menjadi salah satu momen bagi seluruh masyarakat Indonesia baik yang merayakannya maupun tidak. Momen ini juga seringkali dimanfaatkan, tak hanya hal baik saja, namun hal yang merugikanpun juga seringkali dilakukan, salah satunya adalah dengan mengedarkan uang palsu.
Hadirnya edaran uang palsu tentu merugikan, pasalnya uang palsu sendiri tidak terhitung keabsahannya. Bahayanya, bentuk fisik dari uang palsu sulit dibedakan apabila secara langsung. Tak hanya itu saja, dikutip oleh Ayojakarta.com dari merdeka.com, hadirnya uang palsu sendiri membawa nilai buruk bagi perekonomian di Indonesia.
Apabila tidak ditangani peredarannya, salah satu dampak buruk yang dapat terjadi adalah penurunan nilai uang asli dan kenaikan harga (inflasi). Hal ini tentu akibat dari uang palsu yang jika terdeteksi oleh bank, maka uang tersebut tidak terhitung serta disita. Tak hanya itu, kerugian menjadi salah satu dampak yang dirasakan oleh penerima edaran uang palsu.
Hal yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan pencegahan agar tidak menjadi rantai yang berkepanjangan. Dilansir dari merdeka.com, berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan jika anda telah menerima uang palsu:
Perhatikan benang pengaman
Bank Indonesia (BI) sebagai satu-satunya pengedar uang terverifikasi di Indonesia membuat salah satu ke-otentikan salah satunya melalui benang pengaman. Bentuk benang pengaman tersebut seperti dianyam. Untuk nominal Rp 20.000, Rp 50.000 dan Rp 100.000, maka benang pengaman tersebut akan berubah warna jika dilihat dari sudut tertentu. Namun untuk nominal Rp 1.000, Rp 2.000, Rp 5.000, dan Rp 10.000 benang pengaman tersebut seperti ditanam pada lembar uang.
Memiliki Watermark
Baca Juga: David Ulangi Latihan Soal Matematika Dasar Anak TK, Sukses Bikin Haru dan Trenyuh Netizen!
Setiap nominal dari uang Indonesia memiliki gambar pahlawan yang membedakan dari masing-masing nominal. Namun, hal yang membedakan antara uang asli dan uang palsu adalah pada watermark yang dimiliki berupa Electrotype berlogokan Bank Indonesia dan beberapa ornamen tertentu jika lembaran uang tersebut diarahkan ke cahaya.
Perhatikan Gambar Tersembunyi dan Mulitwarna
Jika diarahkan ke sinar UV, maka lembaran uang asli akan memiliki kombinasi warna seperti merah, kuning dan biru. Jika anda memiliiki uang dan pada saat anda melakukan check dengan sinar UV tidak menunjukkan ciri-ciri tersebut, maka sudah dipastikan uang anda merupakan uang palsu.
Memiliki Kode Tuna Netra Pada Lembaran Uang
Uang asli yang diedarkan oleh Bank Indonesia memiliki kode tuna netra. Kode untuk tuna netra sendiri berada pada sisi kiri dan sisi kanan lembaran uang tersebut. Jika diraba, maka kode tersebut dapat dirasakan karena memiliki tekstur.
Terapkan 3D
Tindakan awal yang mudah untuk dilakukan untuk membedakan uang asli dan uang palsu adalah dengan 3D, yaitu Dilihat, Diraba dan Diterawang. Dilihat dari beberapa kode unik yang ada pada lembaran uang, diraba dengan merasakan tekstur dari lembaran mata uang, serta diterawang yaitu dilihat dari beberapa ornamen yang ada pada lembaran mata uang dapat terlihat dengan baik.
Nilai tadi adalah guna mencegah perederan mata uang lebih lanjut. Jangan ragu pula untuk menegur dan melaporkan jika ada yang mengedarkan atau menggunakan uang palsu karena dapat dipastikan perbuatan itu akan merugikan seluruh aspek masyarakat***.