AYOJAKARTA.COM – Adanya perbedaan penetapan waktu pelaksanaan hari raya Idul Fitri, masih berpotensi menimbulkan kebimbangan di masyarakat.
Pasalnya, pelaksanaan Idul Fitri yang terjadi setiap tanggal 1 Syawal merupakan salah satu hari yang diharamkan untuk berpuasa.
Berakhirnya bulan Ramadan, disambut dengan mengadakan perayaan hari Idul Fitri oleh seluruh umat Islam di dunia.
Di Indonesia sendiri, perbedaan waktu pelaksanaan hari raya bukan perkara yang baru pertama kali terjadi.
Baca Juga: 5 Amalan Sunnah Sebelum Berangkat Salat Idul Fitri, yang Terakhir Paling Sering Dilupakan
Adanya perbedaan penetapan 1 Syawal tetap disikapi kaum muslim dengan sikap persatuan dan menjunjung tinggi rasa persaudaraan antara sesama muslim.
Sehubungan dengan adanya potensi perbedaan waktu penetapan 1 Syawal, Pengasuh Yayasan Markaz Syariah memberi tanggapan.
Menurut Habib Muhammad Rizieq Shihab (HRS), jika ada perbedaan penetapan tanggal 1 Syawal atau akhir Ramadan, maka umat diimbau agar tetap tenang.
“Jika ada perbedaan lebaran di tengah kelompok masyarakat, jangan panik, jangan bingung, jangan gunda gulana,” ujar Habib Rizieq dalam ceramahnya yang diunggah di kanal YouTube YouTube Islamic Brotherhood Television | IBTV, Rabu, 19 April 2023.
Lebih lanjut, HRS meminta agar umat menikmati perbedaan yang ada selama perbedaan tersebut masih memiliki dalil untuk dipertanggungjawabkan.
Habib Rizieq meminta masyarakat tidak merasa sebagai kelompok yang benar sendiri, atau metode dalam menentukan datangnya 1 Syawal merupakan perkara penting untuk diperhatikan.
Sebab, kata dia, datangnya perbedaan penetapan tanggal 1 Syawal bukan karena metode Hisab ataupun Rukyat.
“Perbedaannya bukan soal Hisab dan Rukyat, tetapi juga menyangkut kriteria dalam menentukan lahirnya bulan baru,” jelas Habib Rizieq.
Baca Juga: Sah! Hasil Sidang Isbat Tetapkan Idul Fitri 2023 Pemerintah-NU Jatuh Pada Sabtu 22 April
Selain itu, HRS juga menjelaskan bahwa dalam satu metode, baik metode Hisab maupun metode Rukyat juga tetap memiliki potensi yang hasilnya berbeda.
Habib Rizieq menambahkan, dengan metode yang sama hasil penentuan tanggal 1 Syawal juga bisa berbeda karena adanya perbedaan kriteria.
Karena adanya perbedaan kriteria, maka penentuan tanggal 1 Syawal juga bisa menjadi beda, jelas Habib Rizieq Shihab.
“Jadi jangan kaget, nggak semua Hisab itu lebarannya Jumat, ada juga yang pakai metode Hisab lebarannya tetap Sabtu,” ujar HRS.
Baca Juga: Download Suara Takbiran Idul Fitri MP3 Merdu, Free!
Untuk tahun ini, pemerintah Republik Indonesia menggunakan derajat ketinggian sebesar tiga derajat sebagai indikasi datangnya bulan baru.
Adanya potensi perbedaan terkait penentuan datangnya 1 Syawal juga berpotensi terjadi dengan menggunakan metode Rukyat.
HRS menambahkan, jika besok ada yang melihat bulan, tetapi belum tiga derajat, jangan kaget kalau kemudian ditolak pemerintah.
“Bagi masyarakat awam yang nggak ngerti hisab, rukyat, nggak ngerti falak, ikuti saja pengumuman pemerintah,” pungkas Habib Rizieq.***