AYOJAKARTA.COM - Jangan suudzon! uang Rafael Alun Trisambodo ternyata bukan dari pajak rakyat, lalu dari mana? Simak penjelasannya di sini.
Seperti diketahui Rafael Alun Trisambodo telah ditetapkan sebagai tersangka dan telah ditahan.
Rafael Alun Trisambodo terjerat dalam dugaan kasus gratifikasi yang nilainya mencapai US$ 90.000 atau setara dengan Rp. 1,3 miliar.
Baca Juga: Buka-bukaan! IAW Tunjukkan Asal Data Rafael Alun yang Gandeng Artis Dalam Dugaan TPPU
Sebelum ditetapkan tersangka, ayah Mario Dandy telah dicurigai karena memiliki harta kekayaan yang tidak wajar.
Rupanya Rafael diduga mendapat gratifikasi melalui perusahaan konsultan pajaknya bernama PT Artha Mega Ekadhana (AME).
Dikutip AyoJakarta.com dari akun TikTok @felicia.tjiasaka pada Sabtu, 15 April 2023 membagikan informasi terkait bagaimana ayah Mario Dandy meraup uang miliaran melalui PT AME tersebut.
Baca Juga: Sosok Ini Bocorkan Rahasia tentang Cara Rafael Alun Tilep Uang Pajak, Ada Peran Perusahaan Konsultan
Klien dari PT AME adalah perusahaan besar yang memiliki pajak puluhan hingga ratusan miliaran.
Kira-kira gambarannya seperti ini, bagaimana eks pajabat pajak ini mendapat gratifikasi dari kliennya.
PT Sukses Makmur memiliki kewajiban dengan harus membayar pajak sebesar Rp 100 miliar.
Baca Juga: CEK FAKTA: 6 Artis Ini Resmi Ditetapkan Sebagai Tersangka Terkait Kasus Rafael Alun Trisambodo
Namun PT Sukses Makmur tidak mau membayar pajak dengan uang sebesar itu.
Akhirnya kesampatan itu diambil oleh Rafael dengan gengnya untuk merekomendasikan PT AME untuk membantu mengecilkan pajaknya dengan cara yang ilegal.
Sehingga yang awalnya PT Sukses Makmur harus membayar pajak sebesar Rp 100 miliar, ia hanya perlu membayar Rp 10 miliar saja.
Baca Juga: Lebaran di Sel! Masa Tahanan Rafael Alun Resmi Diperpanjang, KPK Terus Kejar Alat Bukti
Rafael dan gengnya membantu meloloskan PT Sukses Makmur ini dari urusan internal pajak.
Berhubung sudah dibantu mengecilkan pajaknya, maka PT AME dan Rafael mendapat bayaran sebanyak Rp 5 miliar dari modus konsultasi pajak ini.
Jadi sebenarnya ayah Mario Dandy ini tidak makan uang pajak rakyat, tetapi memakan uang yang harusnya bisa menjadi pajak untuk negara.***