AYOJAKARTA.COM - Sekretaris Pendiri Indonesia Audit Watch menduga bahwa Rafael Alun Trisambodo adalah termasuk dalam komplotan yang cerdas.
Diketahui ada 2 orang di samping Menteri Keuangan Sri Mulyani adalah yang menjadi pimpinan komplotan tersebut.
Sekretaris Pendiri Indonesia Audit Watch (IAW) Iskandar Sitorus memperkirakan bahwa Rafael Alun Trisambodo nantinya akan mengungkapkan semuanya dengan sejujur-jujurnya.
Dikutip Ayojakarta.com melalui kanal YouTube Metrotv, Iskandar Sitorus mengatakan Rafael Alun Trisambodo termasuk dalam komplotan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang cerdas.
"Jadi, ini Rafael adalah komplotan, ini geng, ini kelompok-kelompok yang cerdas," ujar Iskandar Sitorus.
Ia juga mengatakan yang menjadi pimpinan komplotan tersebut ada 2 orang dengan jabatan eselon 1.
"Saat ini pimpinan mereka ada di samping Ibu Sri Mulyani, eselon 1, dua orang," ungkap Iskandar Sitorus.
Baca Juga: 3 Program Mudik Gratis Lebaran 2023 yang Masih Buka Kuota, Cek Link dan Buruan Daftar di Sini!
"Jadi kalo Rafael ini disentuh, ini adalah kunci dari kotak Pandora, kotaknya sudah ada di KPK, kami sangat yakin ini akan tersentuh," sambungnya.
Diduga hal ini merupakan upaya tindak pidana pencucian uang (TPPU) atau Money Laundering.
"Ini adalah hal untuk menggulung persoalan selama 20 tahun terakhir cawe-cawe, pengemplangan, mencuci, dan segala hal," jelas Iskandar Sitorus.
Baca Juga: 3 Program Mudik Gratis Lebaran 2023 yang Masih Buka Kuota, Cek Link dan Buruan Daftar di Sini!
"Inilah yang ingin diselamatkan oleh mereka dengan konsep Money Laundering itu mba," pungkasnya.
Diketahui 2 orang dengan jabatan eselon 1 tersebut dicirikan dengan seseorang yang ikut menandatangani program pengampunan pajak.
"Ciri-ciri nya adalah yang melakukan ikut menandatangani program pengampunan pajak atau tax amnesty," ucap Iskandar Sitorus.
"Saat salah satu perusahaan asal Mauritius, yang kemudian berubah wujud menjadi berbadan hukum indonesia sebagai pemilik salah satu bank di Indonesia," lanjutnya.
Iskandar Sitorus mengatakan bahwa bukti sudah dipegang oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan berbagai Aparat Penegak Hukum lainnya.
"Itu (bukti) sudah dipunya di KPK juga, diberbagai Aparat Hukum dan ada satu aparat Hukum sudah memanggil mereka kok," ujar Iskandar Sitorus.
Iskandar Sitorus mengingatkan bahwa 2 orang dengan jabatan eselon 1 tadi akan merusak reputasi.
Baca Juga: Gagal Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U20, Ini Tanggapan Ketua DPR RI Puan Maharani: Jadikan Pengalaman!
"Kami sebut hati-hati Bu, karena ada 2 eselon 1 ini akan merusak reputasi, sebab mereka ikut dalam hal-hal buruk memanfaatkan program Pak Jokowi yaitu program pengampunan pajak," ujar Iskandar Sitorus.
"Itu bisa ditelisik kok Bu, Ibu Sri mulyani mempunyai kemampuan untuk itu, kalo Ibu Sri Mulyani tidak mampu ya harus minta tolong ke Pak Jokowi," lanjutnya.
Iskandar Sitorus mengatakan bahwa Rafael Alun nantinya akan mengungkapkan semuanya dikarenakan komplotan sudah cuci tangan.
"Kalo dilihat dari kasus beruntun pada keluarganya, kemudian konsekuensi-konsekuensi yang diterimanya dari netizen, kami yakin dia akan mengungkapkan yang sejujur-jujurnya karena dia sudah mengalami hal buruk," ungkap Iskandar Sitorus.
Baca Juga: Tinggalkan Salat dan Puasa Harus Mengqadha? Buya Yahya Jelaskan Caranya..
"Sebab yang komplotan ini sepertinya sudah cuci tangan menghindar dari dia, gitu mba," jelasnya.***