AYOJAKARTA.COM - Mantan Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri, Susno Duadji marah ketika mengetahui bahwa seorang ASN eselon III Direktorat Jenderal Pajak (DJP) miliki harta yang tidak wajar.
ASN eselon III yang memiliki harta tidak wajar hingga Rp 56,1 miliar adalah Rafael Alun Trisambodo.
Kekayaan tidak wajar yang dimiliki oleh Rafael Alun Trisambodo terkuak bersamaan kasus yang menimpa anaknya yaitu Mario Dandy.
Baca Juga: ASN Punya Harta hingga Rp 56,1 miliar, Eks Kabareskrim Susno Duadji Sebut Sri Mulyani Kecolongan
Mario Dandy melakukan penganiayaan kepada David hingga koma.
Menanggapi hal tersebut, Susno Duadji mengatakan bahwa Menteri Keuangan Sri Mulyani terlalu sibuk mengejar orang untuk membayar pajak atau biasa disebut dengan wajib pajak.
Dilansir AyoJakarta.com dari YouTube Susno Duadji pada Sabtu (4/3/2023), eks Kabareskrim Polri tersebut menganalogikan kegiatan yang dilakukan oleh Sri Mulyani yang mengejar wajib pajak seperti orang berburu di kebun binatang.
Selain itu, Sri Mulyani lupa kalau para pegawai di lingkungan Kementerian Keuangan banyak yang belum bersih ucap Susno Duadji.
“Bu Sri Mulyani terlalu sibuk ngejar-ngejar wajib pajak sampai ditelisik, kata orang seperti berburu di kebun binatang nah lupa kalau anak buahnya belum bersih,” kata Susno Duadji.
Terungkapnya harta kekayaan tak wajar yang dimiliki oleh pegawai di lingkungan Kementerian Keuangan bukan yang pertama kali.
Baca Juga: Apakah Richard Eliezer Aman Jika Kembali ke Polri? Tanggapan Susno Duadji: Dia akan Dicibir
Dulu ada seorang ASN pajak golongan III A yaitu Gayus Tambunan yang bertugas sebagai petugas loket memiliki harta kekayaan Rp 100 miliar.
Selain itu, tidak berselang lama terungkapnya kekayaan dari Rafael Alun, seorang Kepala Kantor Bea Cukai di Yogyakarta diduga memiliki harta yang tak wajar.
Ia gemar flexing harta bendanya seperti menggunakan motor gede, dan bergaya di depan pesawat pribadi.
Belakangan diketahui bahwa Kepala Kantor Bea Cukai di Yogyakarta tersebut adalah Eko Darmanto dan sudah dicopot dari jabatannya.
Lebih lanjut, Susno Duadji menyarankan agar Sri Mulyani dan Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemenkeu untuk lebih teliti dalam mengawasi harta kekayaan yang dimiliki oleh para ASN di lingkungannya.
Ia juga mempertanyakan kinerja dari Itjen Kementerian Keuangan selama ini sehingga tidak bisa mengawasi sejumlah ASN yang memiliki harta tak wajar.
“Bu sri mulyani atau Inspektorat Jenderal di Kementerian Keuangan hendaknya lebih teliti,” kata Susno
“Ngapain aja sih Irjen Kemenkeu, lu tidur aja?” sambungnya.
Menurut Susno Duadji, seharusnya para pegawai di lingkungan Kementerian Keuangan khususnya di Ditjen Pajak tidak menyelewengkan pajak yang dibayarkan oleh rakyat.
Susno mengatakan bahwa rakyat telah dibebani oleh pajak mulai dari makanan, pakaian hingga penghasilan dari keringatnya pun juga dikenai pajak oleh negara.
Ia menegaskan bahwa dirinya marah ketika mengetahui ada dugaan penyelewengan pajak yang dilakukan oleh sejumlah oknum ASN.
“saya marah,” pungkas Susno Duadji.***