AYOJAKARTA.COM - Direktorat Jenderal Pajak atau DJP Kementerian Keuangan akhir-akhir ini tengah disorot kinerjanya oleh publik.
Sorotan publik kepada DJP bukan karena penarikan pajak yang tidak sesuai, tetapi sifat flexing atau pamer kekayaan yang sering dilakukan oleh para pegawainya.
Hal tersebut bermula dari anak seorang pejabat eselon III DJP, Mario Dandy yang melakukan penganiayaan kepada David dimana ia mengendarai mobil mewah berupa Jeep Rubicon untuk menjemput korban.
Bukan hanya itu, di akun media sosialnya, Mario Dandy gemar mengendarai motor gede (moge).
Menurut netizen, flexing yang dilakukan oleh Mario Dandy tidak sesuai dengan pekerjaan sang ayah, Rafael Alun Trisambodo yang merupakan pejabat eselon III di DJP.
Tetapi berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) tahun 2022, Rafael Alun Trisambodo memiliki kekayaan hingga Rp 56,1 miliar dan dianggap tidak wajar.
Baca Juga: ASN Punya Harta hingga Rp 56,1 miliar, Eks Kabareskrim Susno Duadji Sebut Sri Mulyani Kecolongan
Imbasnya rakyat enggan membayar pajak karena diduga terdapat penyelewengan yang dilakukan oleh oknum DJP tersebut sehingga membuat dirinya kaya.
Dilansir AyoJakarta.com dari YouTube Susno Duadji pada Sabtu (4/3/2023), eks Kabareskrim Polri, Susno Duadji mengkhawatirkan sikap rakyat yang tidak mau membayar pajak.
Susno mengatakan bahwa apabila rakyat kompak untuk tidak ingin membayar pajak karena diselewengkan maka kepercayaan rakyat terhadap pemerintah khususnya DJP telah hilang.
Menurut Susno, kepercayaan dari rakyat terhadap pemerintah khususnya DJP merupakan hal yang penting.
Jika rakyat percaya bahwa oknum pegawai DJP tidak melakukan penyelewengan pajak maka rakyat akan taat membayar pajak, jika tidak maka rakyat akan enggan membayar pajak.
“Yang paling penting itu kepercayaan, kepercayaan itulah yang membuat rakyat taat pajak, kalau gak ada kepercayaan orang meninggalkan atau tidak akan bayar pajak,” ungkap Susno.
Baca Juga: Apakah Richard Eliezer Aman Jika Kembali ke Polri? Tanggapan Susno Duadji: Dia akan Dicibir
Selain itu, Susno mengatakan bahwa membangun kepercayaan itu tidak mudah terlebih di negara ini sangat sulit untuk membangun kepercayaan.
Keengganan membayar pajak karena adanya penyelewengan pajak yang dilakukan oleh oknum DJP bukan pertama kali dilakukan.
Dulu ketika Gayus Tambunan yang merupakan pegawai DJP dengan pangkat golongan III yang memiliki kekayaaan Rp 100 miliar yang diduga harta tersebut dari penyelewengan pajak, rakyat enggan membayar pajak pernah terjadi.***