AYOJAKARTA.COM – Bubarnya klub motor gede (Klub Moge) Blasting Rijder DJP yang beranggotakan pegawai Dirjen Pajak menuai polemik.
Pasalnya, dibubarkannya Klub Moge DJP itu atas instruksi langsung oleh Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani.
Terlebih Klub Moge Blasting Rijder DJP dinilai menimbulkan persepsi negatif oleh masyarakat serta kecurigaan terkait sumber kekayaan para pegawai Dirjen Pajak.
Baca Juga: Wow! Pemerintah Siapkan Rp156 Triliun untuk Gaji ke-13 dan THR PNS, TNI, dan Polri, Kapan Cair?
Meski begitu, Ahli Psikologi Forensik Reza Indragiri merasa prihatin dengan instruksi yang dikeluarkan oleh Kemenkeu.
“Saya tetap tidak begitu bahagia ya dengan langkah yang sudah diambil oleh kementrian keuangans sendiri,” kata Reza Indragiri, dikutip dari YouTube Bravos Radio Indonesia pada Selasa, (28/2/2023).
Menurut hemat Reza Indragiri, Kemenkeu tidak mempunyai sistem untuk mengendus atau membongkar kekayan dan harta yang tidak wajar.
“Karena terungkapnya harta kekayaan yang tidak wajar itu bukan by system, Kemenkeu tidak punya sistem yang bisa mengendus kekayaan dan harta yang tidak wajar itu,” tegas Reza Indragiri.
Selain temuan harta tidak wajar, Kemenkeu mencopot jabatan Rafael Alun Trisambodo bukan dari analisis sendiri, akan tetapi dari temuan polisi dan masyarakat.
“Karena kemudian Menkeu sampai mencopot jabatan itu kan berdasarkan temuan bukan temuan dari otoritas Kementerian Keuangan sendiri,” ungkap Reza.
“Temuan dari pihak kepolisian, kemudian direspon oleh publik dengan melakukan investigasi sendiri, sampai kemudian terekspos kemana-mana tanda-tanda kekayaan harta yang tidak wajar itu,” lanjutnya.
Baca Juga: Bertanggung Jawab Atas Pemilu 2024, Mahfud MD: Sekarang Ini Rebutan Tidak Karuan
Lebih lanjut, Reza menyebut bahwa Kementerian Keuangan telah kecolongan.
“Jadi maaf ini, Kemenkeu sebetulnya dalam posisi kecolongan, bahwa Menteri Keuangan mencopot jabatan oke lah, tapi sekali lagi itu bukan dari kerja sistem,” tutur Reza.
“Karena itu lah kita terperanjat untuk kedua kalinya begitu mengetahui bahwa di kementerian itu kabarnya ada komunitas motor gede,” lanjutnya.
Dengan dicopotnya jabatan ayah Mario Dandy karena ulah sadis sang anak yang telah melakukan penganiayaan terhadap D, menurut Reza hal itu bukan sesuatu yang luar biasa.
“Ada tidak sistem yang dimiliki Kemenkeu untuk mengendus harta kekayaan yang tidak wajar di lingkungan internal, saya ragu, karena itu pemecataan dan sebagainya tidak menjadi suatu hal yang luar biasa,” pungkas Reza.***