AYOJAKARTA.COM – Ada fenomena menarik yang terjadi pada dunia politik menjelang Pilpres 2024 yaitu komunitas Jokowi Mania yang begitu keras menolak Prabowo Subianto kini justru mendukungnya untuk menjadi Capres.
Pada Pilpres 2019 dan 2014 lalu, Prabowo Subianto memang menjadi rival dari Jokowi dalam pemilihan presiden.
Tercipta atmosfer yang cukup panas dari masing-masing pendukung pada masa itu. Semula Jokowi Mania mendukung Ganjar Pranowo untuk maju Pilpres 2024 karena berasal dari partai yag sama dengan Jokowi.
Immanuel Ebenzer sebagai Pendiri Ganjar Pranowo Mania yang kini menjadi Ketua Umum Prabowo Mania 08 menyampaikan bahwa dukungannya kepada Prabowo adalah atas dasar musyawarah dalam rapat komunitasnya.
“Kita dalam hasil rapat kita sepakati mendukung Pak Prabowo maju di Pilpres 2024 nanti,” ujar Immanuel Ebenzer.
Bisa dikatakan gerakan dari Immanuel Ebenzer ini tidak diduga dan cukup mengejutkan mengingat pada 2019 dirinya sangat keras mengkritik Prabowo hingga menyinggung tragedi 1998.
Alasan pertama kenapa Immanuel Ebenzer pindah haluan, yang pertama adalah karena adanya penolakan 3 periode.
Alasan kedua adalah hingga kini PDIP belum mengusung sosok yang akan maju menjadi Capres 2024. Kemudian Immanuel Ebenzer menilai bahwa Ganjar belum memiliki cukup nyali untuk menjadi Capres.
“Yang pertama, alasan yang paling logis dan jelas saya menolak gagasan 3 periode,” ujar Immanuel Ebenzer.
“Kedua kita lihat PDIP kan juga belum menentukan pilihan Capresnya utnuk 2024. Walaupun kemarin ada alasan , ideologi saya Ganjar memang sosok yang hari ini kita lihat belum memiliki gagasan besar untuk Indonesia ke depan,” lanjutnya.
Immanuel Ebenzer menilai bahwa pada tahun 2019 Prabowo memiliki pandangan politik yang berbeda. Itulah sebabnya ia tak mendukung Prabowo.
Bahkan Immanuel Ebenzer sempat meminta Prabowo untuk ditangkap karena diduga terlibat tragedi pelanggaran HAM di masa silam.
“Ternyata sampai detik ini beliau punya komitmen bahkan menjaga dan punya totalitas dan loyalitas dalam menjaga pemerintahan Jokowi sendiri, dan ini diuji sampai detik ini. Itu menjadi pilihan saya kenapa saya harus memilih Prabowo,” ungkap Immanuel Ebenzer.
Politikus PDIP Dedy Sitorus memaklumi gerakan Immanuel Ebenzer yang memilih berhenti untuk mendukung Ganjar.
Baca Juga: LPSK Bahas Soal Potensi Ancaman Untuk Richard Eliezer, Khawatir Ferdy Sambo Akan Balas Dendam!
Alasan pertamanya memang karena PDIP sendiri belum mengusung Ganjar menjadi Capres 2024. Alasan kedua adalah karena di dunia politik, perubahan dukungan wajar terjadi dan merupakan hak dari para pendukung.
Ini merupakan ujian bagi para relawan sehingga para pengamat politik dapat mengamati sebenarnya ketertarikan relawan berdasarkan gagasan yang diusung oleh tokoh politik, pada perorangan, pada potensi kemenangan, atau pada hal lainnya.
Hal ini juga bisa menjadi pembelajaran bagi para politikus dari masing-masing partai untuk mengetahui ketertarikan dari relawan dan menggunakan strategi yang tepat nantinya, dilansir AyoJakarta.com dari kanal YouTube tvOneNews (21/2/2023).***