AYOJAKARTA.COM -- Terdakwa kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J, Ferdy Sambo, akan menghadap majelis hakim dalam rangka sidang vonis.
Putusan itu akan digelar pada Senin, 13 Februari 2023 di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Menjelang vonis, Pengasuh Pondok Pesantren Tahfiz Daarul Quran, Ustaz Yusuf Mansur mengaku taruh rasa percaya kepada majelis hakim.
Baca Juga: Pakar Hukum UI Ungkap Hukuman Terpantas untuk Ferdy Sambo, Ternyata Bukan Mati
Menurutnya, hakim dan pihak terkait nantinya akan bertindak jujur dalam mengambil keputusan.
Ustaz Yusuf Mansur juga meminta, agar masyarakat mempercayakan putusan itu kepada para hakim
Tak lupa, dia juga meminta masyarakat untuk mendoakan jalannya sidang tersebut.
Baca Juga: Siap Hadir Sidang Vonis Ferdy Sambo, Orang Tua Yosua Bertolak ke Jakarta Minta Duduk Paling Depan!
“Kita percaya kepada para hakim dan yang terkait, insya Allah mudah-mudahan bisa memutuskan dengan baik tepat dan benar, kita wajib mendoakan dan percaya dengan izin Allah,” kata Yusuf Mansur, Ahad , 12 Februari 2023, diberitakan Republika.co.id.
Menurutnya, banyak pelajaran yang bisa diambil dalam kehidupan ini, agar bisa menjadi manusia yang lebih baik dan lebih bijak lagi. Termasuk, kata dia, memetik pelajaran dari kasus mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo.
“Bagi saya pribadi dan bagi siapapun yang melihat peristiwa ini, begitu banyak hikmahnya, tiap orang berbeda-beda, kalau buat saya mari berusaha harus hidup yang benar, banyak memperbaiki diri, banyak menahan diri, bersabar, tidak mudah emosi dan marah, tidak paberan,” kata Yusuf Mansur.
Baca Juga: Di Sidang Vonis Ferdy Sambo Cs, PN Jaksel Himbau Publik Tonton dari Rumah, Kenapa?
Menurutnya, roda hidup akan terus berputar dan manusia harus tetap menyadari, bahwa apa-apa yang ada di dunia ini hanya bersifat sementara. Begitu juga dengan jabatan, karir, harta, dan hal-hal lainnya yang bahkan bisa Allah balikkan dalam sekejap mata.
“Harta, benda, karir, jabatan semuanya fana milik Allah, kalau Allah sudah mau nyabut (bisa) dengan segala cara, mudah-mudahan kita banyak menyadari dan memohon ampun kepada Allah seraya berdoa meminta perlindungannya, karena kalau sekarang saya lihat, banyak orang tidak mampu menahan amarahnya dan berbuat sangat jauh melampaui batas,” ujar dia.***