AYOJAKARTA.COM – Irma Hutabarat menyoroti sosok Richard Eliezer yang dinilai telah mempersatukan bangsa selama ini.
Hal ini ia sampaikan dalam sebuah video livestreaming pada kanal YouTubenya di Irma Hutabarat - HORAS INANG.
Melalui livestream tersebut, Irma Hutabarat mencoba untuk berbincang dengan para warganet dan melakukan penilaian terhadap peran dari sosok Richard Eliezer dalam sidang kasus pembunuhan Brigadir J.
Dikutip AyoJakarta dari kanal YouTube Irma Hutabarat, Richard Eliezer disebut-sebut menjadi sosok yang telah mempersatukan bangsa.
Akan tetapi, Irma Hutabarat sebenarnya yakin bahwa orang-orang secara khusus tidak memberikan sorotan penuh terhadap Richard, melainkan nilai-nilai yang selama ini telah ia bawa.
Menurutnya, Richard Eliezer telah berani membawa nilai yang dirindukan oleh masyarakat selama ini, salah satunya nilai kejujuran.
“Richard itu sudah mempersatukan seluruh bangsa ini dalam sebuah nilai-nilai yang kemudian tumbuh di masyarakat yang sebetulnya dirindukan oleh kita semua yaitu nilai kejujuran,” kata Irma Hutabarat.
Sudah menjadi rahasia publik bahwa kebohongan dan dusta di negara ini sangat mudah ditemukan, termasuk dalam kehidupan sehari-hari.
“Terlalu banyak orang yang berdusta dan berbohong di negeri ini. Baik itu pengadilan, lalu dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Irma.
Selanjutnya, Irma menilai bahwa Richard juga membawa nilai keberanian ketika ia melawan skenario atau doktrin yang diberikan oleh Ferdy Sambo sebelumnya.
Ia berani melawan kejahatan yang selama ini dinilai sangat kuat oleh masyarakat indonesia tanpa rasa gentar sedikitpun setelah betekad kuat.
“Yang kedua nilai keberanian yang ditunjukkan bagaimana dia melawan atasannya, melawan seluruh dokrtin dan skenario. Itu juga sebuah nilai lujur yang dirindukan oleh masyarakat,” terangnya.
Di sisi lain, ada juga nilai pertobatan sebagai seorang yang telah melakukan kesalahan hingga menyesalinya.
Nilai ini tentunya menjadi suatu hal yang sangat dihargai oleh dirinya dan banyak orang di Indonesia.
“Lalu juga di situ ada pertobatan ya, orang yang mengaku salah kemudian menyesalinya. Saya rasa itu juga nilai yang dihargai oleh Inang dan oleh banyak orang,” tutur Irma Hutabarat.***