Metropolitan

Terjawab Sudah! Ini Klarifikasi Tim Anies Baswedan soal Tuduhan Utang ke Sandiaga Uno di Pilkada Jakarta 2017

Oleh: Tim AYO 07 Senin 06 Feb 2023, 13:00 WIB
Anies Baswedan dituding berutang kepada Sandiaga Uno untuk urusan Pilkada DKI Jakarta di tahun 2017 lalu.

AYOJAKARTA.COM -- Melesatnya nama Anies Baswedan menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 tak mengelakkan isu tak sedap.

Mantan orang nomor satu di DKI Jakarta ini dituding berutang kepada Sandiaga Uno untuk urusan Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu.

Tak tanggung-tanggung, nominal yang digadang-gadang sebagai utang itu juga mencapai miliaran rupiah.

Baca Juga: Beda Nasib Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo Bak Layangan Putus Menuju Pilpres

Terbaru, tim dari Anies Baswedan akhirnya membuat klarifikasi atas tudingan tersebut.

Klarifikasi Tim Anies Baswedan soal Tuduhan Utang ke Sandiaga Uno

Diberitakan Metro, bakal calon presiden Anies Baswedan dituding isu utang piutang ke Sandiaga Uno dengan nominal mencapai Rp50 miliar. Utang Anies ke Sandiaga sendiri terjadi ketika keduanya maju di Pemilu DKI Jakarta 2017 lalu.

Isu ini kemudian dijawab oleh Ketua Timses Anies Baswedan, Sudirman Said.

Baca Juga: Anies Baswedan Ungkap 4 Kriteria Bakal Calon Wakil Presiden Pendampingnya di 2024: Tentunya Bisa Mendukung...

Sudirman Said pun mengakui kalau memang ada perjanjian antara Anies dan Sandiaga.

Saat di Pilkada DKI Jakarta 2017, dilanjutkan dia, Anies memang tidak punya uang.

"Kemudian ada perjanjian utang piutang dengan Pak Sandi dan Pak Anies. Karena pada waktu itu Pak Anies tidak punya uang," ujar Sudirman Said, dikutip dari Suara.com, Senin, 6 Februari 2023.

"Tapi dalam perjanjiannya, dikatakan bahwa, kalau pilkadanya menang, utang piutangnya selesai. Jadi itu dianggap bukan sebagai utang," lanjut dia.

Sementara itu dia tidak pernah mendengar soal isu perjanjian Pilpres antara Anies Baswedan dengan Prabowo Subianto.

Baca Juga: Anies Baswedan dan AHY Nobar Konser Dewa 19, KBKS Partai Demokrat Singgung Soal Chemistry! Wah Kenapa?

Namun dirinya mengungkapkan kalau saat itu Prabowo sempat berdiskusi agar Anies bersedia jadi wapres pendampingnya.

"Dan berkali-kali saya diskusi, jawaban beliau (Anies), saya akan fokus ngurus Jakarta. Karena itu di pemilihan (Pilpres 2019) saya tidak ikut," katanya.

"Karena itu pada waktu wawancara Mata Najwa kalau tidak salah, diputar-putar ulang kan, bahwa dia (Anies) tidak akan menjadi penghalang Pak Prabowo, akan terus duduk menyelesaikan tugas di Jakarta, dan itu sudah ditunaikan," sambungnya.

Oleh karenanya, Sudirman mengaku tidak tahu apa yang dimaksud Sandiaga Uno terkait perjanjian politik antara Anies dengan Prabowo.

"Mudah-mudahan beliau (Sandiaga) keliru ya," harap dia.

Baca Juga: Makin Solid! Usai Kunjungi DPP Partai Demokrat, Anies Baswedan Bakal Tunjuk AHY sebagai Cawapres?

Isu perjanjian utang ini diungkap oleh bekas timses Anies Baswedan-Sandiaga Uno saat maju Pilkada DKI 2017, yakni Waketum Golkar Erwin Aksa.

Ia mengatakan ada perjanjian surat pinjaman senilai Rp50 miliar oleh Anies kepada Sandiaga, di mana ini diungkapkan Erwin dalam podcast di akun YouTube Akbar Faizal.

"Jadi yang punya logistik kan Sandi (Sandiaga). Intinya kalau tidak salah itu perjanjian utang piutang barangkali ya. Ya pasti yang punya duit memberikan utang kepada yang tidak punya duit, kira-kira begitu," ungkap dia.

Erwin turut blak-blakan menyebut nominal perjanjian utang antara Anies dengan Sandiaga yakni mencapai Rp50 miliar.

Menurutnya situasi logistik putaran pertama Pilkada DKI 2017 cenderung sulit.

"Nilainya berapa ya, Rp50 miliar barangkali. (Terkait apakah sudah lunas?) Saya kira belum barangkali ya," ucap Erwin Aksa.*** (Metro)

Reporter Tim AYO 07
Editor Tedi Rukmana