AYOJAKARTA.COM – Aktivis Irma Hutabarat kembali angkat bicara mengenai kasus pembunuhan Brigadir J yang menyeret mantan Kadiv Propam Polri yakni Ferdy Sambo.
Kali ini, Irma Hutabarat ikut buka suara soal isu gerakan bawah tanah Ferdy Sambo.
Irma Hutabarat menyebut bahwa gerakan bawah tanah Ferdy Sambo sebetulnya tidak dimulai sejak pembacaan tuntutan.
Disebutkan oleh Irma Hutabarat bahwa gerakan bawah tanah Ferdy Sambo sudah ada sejak penyidikan.
Dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube YouTube Irma Hutabarat - HORAS INANG, Irma awalnya menanggapi komentar dari netizen dalam live YouTubenya tentang ajudan Sambo.
“Iya kita pengen seluruh ajudan yang terlibat menjadi tersangka, tapi kan tidak tergantung kita, tergantung kepada penyidik. Jadi kita ini kan dalam proses hukum ini tidak bisa dilupakan loh ini JPU ini bukan awal jadi apa yang dituntut oleh JPU itu juga berdasarkan BAP penyidikan yang dilakukan oleh timsus dan lalu juga para penyidik di Bareskrim,” ucap Irma, dikutip Rabu, 1 Februari 2023.
“Hasilnya itu kemudian estafet kedua nih, ingat nggak waktu di SP31 barulah kemudian PC diserahkan sebagai tahanan. Berbulan-bulan, Inanga ja di TV itu aja sampai ratusan kali membahas tentang keistimewaan yang diberikan kepada PC,” sambung Irma.
Irma kemudian menyinggung soal isu gerakan bawah tanah Sambo yang beberapa waktu lalu sempat ramai.
Aktivis yang kerap disapa Inang itu mengatakan bahwa gerakan bawah tanah Sambo sudah ada sejak penyidikan.
Kemudian, Irma juga menyebut bahwa hal itu juga merupakan bagian skenario yang pertama dijalankan Sambo.
“Jadi kalau Mahfud MD mengatakan sudah tercium adanya gerakan bawah tanah sebetulnya gerakan itu bukan hanya saat tuntutan akan dibacakan. Tetapi sudah mulai dari penyidikan dan sudah mulai dari awal sejak jenazah dikirimkan ke Sungai Bahar,” katanya.
“Jangan lupa bahwa itu skenario pertama yang dijalankan. Jangan buka peti, kuburkan, ini aib, lalu juga dari mulai bagaimana Reza didetur. Jadi banyak sekali hal-hal yang tidak diungkap dan tidak dibuka,” sambungnya.
Irma pun menuturkan bahwa masyarakat kini menyaksikan skenario Sambo yang berujung pada kesimpulan aneh yang tak pernah ada dalam persidangan.
Seperti yang diketahui, jaksa menyimpulkan bahwa Putri Candrawathi tidak mengalami pelecehan atau pemerkosaan, melainkan adanya perselingkuhan.
“Tapi kita tahu bahwa kita ini sedang menyaksikan skenario demi skenario yang berjalan sampai akhirnya kepada sesuatu yang sungguh absurd yaitu tidak ada pelecehan, tidak ada perkosaan, namun ada perselingkuhan yang tidak pernah ada pada fakta persidangan. Jadi itu seperti ada lompatan yang sporadis, tidak ada dasarnya, ujug-ujug tuntutan dibacakan,” tutupnya.***