Metropolitan

Indonesia Rentan Kasus Bunuh Diri, Semua Puskesmas di DKI Jakarta Tahun Ini Ditarget Ada Layanan Psikolog!

Oleh: Admin Jumat 08 Agu 2025, 14:39 WIB
Ilsutrasi. Dinas Kesehatan DKI Jakarta diketahui akan memberikan layanan psikologi untuk selurus puskemas di ibu kota.

AYOJAKARTA.COM - Jumlah kasus bunuh diri di Indonesia sendiri mencapai angka yang mengkawatirkan.

Dikutip ayojakarta.com dari situs Asosiasi Pencegahan Bunuh Diri, pada tahun 2020 tingkat undereporting bunuh diri di Indonesia minimal 303%.

Percobaan bunuh diri yang dilakukan di tahun 2018 mencapai 6.000, sedangkan yang dilaporkan hanya 4-12:1.

Faktor utama adanya upaya pencobaan bunuh diri ini bisa karena keluarga, agama hingga tidak adanya akses perawan ke psikologis.

Baca Juga: Profil Bupati Pati Sudewo yang Tuai Kontroversi Naikkan PBB 250 Persen, Nantang Warga Berakhir Minta Maaf

Metode bunuh diri yang biasanya dilakukan ialah dengan gantung diri, meracun diri, melompat dari ketinggian hingga dengan benda tajam.

Untuk menghadapi kesehatan mental yang menjadi concern masyarakat saat ini, Dinas Kesehatan DKI Jakarta diketahui akan memberikan layanan psikologi untuk selurus puskemas di ibu kota.

Ini menjadi upaya tingkat primer dari layanan kesehatan mental.

Ani Ruspitawati selaku Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta menyebutkan dari total 44 puskesmas kecamatan di Jakarta, 28 diantaranya sudah memiliki layanan psikologi.

“Tahun ini kita targetkan semua puskesmas memiliki psikolog. Jadi puskesmas benar-benar punya layanan kesehatan mental, termasuk layanan berhenti merokok dan konseling lainnya,” ujar Ani.

Layanan kesehatan mental di puskesmas ini akan terintregasi dengan kesehatan jiwa di rumah sakit.

Baca Juga: Miris! 5 Tragedi Banjir Terparah di DKI Jakarta Sepanjang Sejarah, Bahkan Ada yang Mencapai 80 Orang Tewas

Sistem konsultasi pun bisa dilakuakn 24 jam melalui Jakcare.

“Ini kita integrasikan, jadi masyarakat bisa mengakses layanan mana pun. Apalagi dalam keadaan darurat, karena psikolog di puskesmas tidak bisa melayani 24 jam,” jelasnya.

DKI Jakarta sendiri tidak termasuk ke dalam provinsi dengan tingkat bunuh diri tertinggi maupun provinsi dari tingkat percobaan bunuh diri tertinggi.

Namun, baru-baru ini masyarakat Indonesia sempat digegerkan dengan kasus diplomat menlu yang menurut pihak kepolisian disebabkan oleh bunuh diri.***

Reporter Admin
Editor Jinan Vania Barizky