Metropolitan

Ngeri! Kamaruddin Simanjuntak Beberkan Teror Gaib yang Dialami dalam Mengawal Kasus Ferdy Sambo

Oleh: Dimas Danu Budi Pratikto Selasa 24 Jan 2023, 10:05 WIB
Ngeri! Kamaruddin Simanjuntak Beberkan Teror Gaib yang Dialami dalam Mengawal Kasus Ferdy Sambo

AYOJAKARTA.COM - Pengacara Bharada E, Kamaruddin Simanjuntak membeberkan teror gaib yang dialaminya selama mengawal kasus Ferdy Sambo.

Diketahui sebelumnya, Ferdy Sambo terlibat kasus pembunuhan Brigadir J yang terjadi di Rumah Dinasnya, di Kawasan Sangguling.

Rupanya ancaman yang diterima tersebut tidak hanya berasal dari dunia nyata namun juga secara gaib.

Baca Juga: Punya Kartu Indonesia Sehat Bisa Dapat Bansos 2023? Cek Informasi Lengkapnya di Sini!

Hal ini ia ungkapkan dalam podcast bersama Uya Kuya.

Kamaruddin mengatakan pernah didatangi oleh seekor kucing hitam di rumahnya serta sempat dikerjar, namun mendadak hilang.

"Ada yang mengirim kucing hitam tetapi tidak bisa masuk ke kantor saya. Hanya duduk di atas mobil. Saya kejar pakai bambu hilang," ucapnya.

Selain Kamaruddin, juga ada beberapa rekannya yang mendapat serangan teror serupa.

Serangan teror juga dialami oleh Jhonson Panjaitan yang tiba-tiba pingsan tiga bulan sehingga masuk rumah sakit.

Baca Juga: TERPOPULER: Martin Simanjuntak Tagih Bukti Statemen Febri Diansyah soal Pelecehan Putri Candrawathi

Keanehan lain masih menyelimuti seperti halnya mejanya di hotel bintang lima tiba-tiba terangkat dan Johannes Raharjo yang seperti digebukin oleh makhluk yang tidak dikenal.

"Kemungkinan itu kucing karena ada baret. Darahnya ada di ubin. Tetapi hotel tertutup terkunci. Hampir 2 bulan gak masuk kantor," jelas Kamaruddin dikutip dari Suara.com.

Hal yang terparah adalah ketika teman Kamaruddin Simanjuntak yang mengalami patah kaki akibat terjatuh.

Kamaruddin mengakui bahwa hal ini merupakan serangan yang berat untuk timnya selama penanganan kasus hukum.

"Artinya saya menyakini ada kuasa kegelapan. Untuk saya tidak mempan. Namun ini perkara berat," pungkasnya. ***

Reporter Dimas Danu Budi Pratikto
Editor Dian Naren