AYOJAKARTA.COM - Martin Simanjuntak merupakan kuasa hukum keluarga Yosua yang terus membela kliennya.
Pengacara pihak Yosua yakni Martin Simanjuntak kerap mengatakan bahwa tidak ada kejahatan yang sempurna.
Martin Simanjuntak juga sering menceritakan kronologi sebelum akhirnya Yosua tewas.
Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J diketahui meninggal di rumah dinas Ferdy Sambo di Duren Tiga.
Baca Juga: Ampuh! Dokter Ungkap Cara Cepat Turunkan Demam hanya dengan Kompres di Bagian Tubuh Ini
Dikutip AyoJakarta dari kanal YouTube Uya Kuya TV, Martin Simanjuntak mengungkapkan keterangannya.
Sebelumnya, Martin Simanjuntak menjelaskan saat Yosua belum terbunuh dan masih berada di luar rumah Ferdy Sambo.
Dikatakan bahwa Yosua sedang berdiri di taman yang ada di kediaman mantan Kadiv Propam Polri tersebut.
Lebih lanjut, pengacara berambut klimis itu menyebutkan sebuah keterangan dari kuasa hukum Putri Candrawathi yakni Febri Diansyah.
Yang menyebut Brigadir J tidak diapa-apakan oleh pihak Ferdy Sambo di taman tersebut.
Baca Juga: Penuh Haru! Tangis Pecah Saat Dedi Mulyadi Antar Driver Ojol Disabilitas Lamar Gadis Pujaannya
Serta dikatakan bahwa Brigadir J tidak dengan sengaja digiring masuk ke rumah sang majikan.
Selanjutnya Martin Simanjuntak menyebut keterangan dari Febri Diansyah terlalu prematur.
Sebab menurutnya, seorang ajudan tentunya akan menunggu perintah atasannya.
Dan anak buah tidak akan pergi melengos begitu saja tanpa ada mandat dari majikannya.
Lalu pengacara keluarga Yosua menceritakan saat Brigadir J menghubungi kekasihnya via telepon.
Baca Juga: Soal Putri Candrawathi Dituntut 8 Tahun Penjara, Begini Tanggapan Albert Aries
Dalam panggilan tak terjawab tersebut, Yosua missed call sebanyak 7 kali.
Kemudian dari situlah, Martin Simanjuntak menuturkan bahwa Yosua sempat gusar.
"Sudah gelisah, kalau dikaitkan telepon masuk ke Vera, 16.40 sekian. Ada 7 missed call. Disitulah dia udah gusar," ujar Martin Simanjuntak.
"Gua kenapa yak, kok si Putri suruh gue resign tapi gue diajak ke rumah bareng-bareng. Wah kayaknya gue mau dibunuh sama si Putri nih, " tambahnya saat memeragakan isi hati Brigadir J.***