AYOJAKARTA.COM - Fenomena hotel diobral di Jakarta kembali menghebohkan dan menjadi perbincangan publik.
Sebenarnya ada apa, mengapa hotel-hotel di Jakarta dari mulai bintang tiga hingga bintang lima ramai diperjualbelikan di berbagai situs marketplace dan diobral?
Hotel diobral atau dijual murah di Jakarta saat ini sudah banyak terpampang di berbagai situs marketplace seperti OLX, Lamudi, dll.
Dikutip Ayojakarta.com dari YouTube INFOINDONESIA TV pada Jumat 20 Januari 2023, memperlihatkan berbagai macam hotel dijual pada marketplace.
Baca Juga: Heboh! Fenomena Obral Hotel Mewah di Jakarta Pada Situs Jual Beli Online, Cek Faktanya di Sini
Seperti terlihat pada situs marketplace Lamudi yang merupakan situs jual beli online dalam hal properti.
Ada sebuah hotel yang dijual dengan harga hanya Rp 6 miliar.
Hotel tersebut terletak di Jalan Jaksa, Menteng, Jakarta Pusat.
Hotel tersebut dikatakan dalam video memiliki 23 kamar dengan bangunan 4,5 lantai di lahan 132 meter.
Baca Juga: Benarkah Fenomena Hotel-hotel Mewah di Jakarta Dijual di Situs Jual Beli? Simak Faktanya di Sini!
Begitu juga dengan situs marketplace yang sudah sangat mumpuni yaitu OLX, tak luput menawarkan hotel-hotel di Jakarta.
Dengan kata kunci 'Hotel Dijual Di Jakarta' maka akan langsung muncul ratusan iklan hotel yang dijual.
Misalnya saja hotel yang relatif murah ada yang dijual hanya Rp 3,2 miliar.
Berlokasi di Taman Palem Lestari, Cengkareng Jakarta dengan luas bangunan 2.000 meter.
Ada juga hotel dijual di Jalan KS Tubun 1, Kelurahan Kota Bambu Selatan, Jakarta Barat untuk 46 kamar dijual Rp 25 miliar.
Bahkan ada hotel berbintang dengan 27 lantai dan 330 kamar di kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat, diobral Rp 880 miliar.
Selebihnya masih banyak lagi hotel-hotel yang dilego oleh pemiliknya.
Ternyata fenomena hotel dijual murah alias diobral ini sudah terjadi sejak tahun 2020 lalu saat pandemi melanda.
Baca Juga: Ini Pemilik Hotel The Apurva Kempinski Bali untuk KTT G20, Salah Satu Orang Terkaya di Indonesia
Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) bahkan mencatat hingga April 2020 sedikitnya sudah 1.504 hotel yang harus ditutup sementara akibat wabah virus corona.
Jumlah ini tentu semakin bertambah seiring eskalasi pandemi yang belum jelas berakhir dan sudah lebih dari setahun.
"Kalau yang jual memang sekarang ada, cuma nggak jual terbuka seperti di e-commerce, karena masalah cash flow corona ini. Nyari lawan pembeli saat ini memang tak mudah," ucap Ketua PHRI Hariyadi Sukamdani.***