Metropolitan

Ridwan Kamil Tak Masuk Bursa Capres Golkar, Bakal Hijrah Pimpin Jakarta?

Oleh: Admin Kamis 19 Jan 2023, 16:21 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengenakan jas kuning Partai Golkar saat bertemu dengan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto di kantor DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, Rabu (18/1/2023).

AYOJAKARTA.COM - Ridwan Kamil tidak lagi masuk dalam bursa calon presiden (capres) atau calon wakil presiden (cawapres) setelah bergabung sebagai kader Partai Golkar.

Sebelumnya, elektabilitas Ridwan Kamil selama ini banyak tersemat dalam bursa Pilpres 2024, baik sebagai capres atau cawapres.

Setelah bergabung dengan Golkar, Ridwan Kamil kemungkinan tidak lagi dalam rekomendasi dalam gelaran Pilpres 2024.

Baca Juga: Ridwan Kamil Jadi Waketum Bidang Penggalangan Pemilih, Airlangga: Saya Sudah Ngerti Cara Kerjanya Kang Emil!

Pasalnya, lewat Musyawarah Nasional (Munas) yang dilakukan Partai Golkar 2019 lalu, telah memutuskan untuk mengusung Airlangga Hartarto sebagai capres.

Ditambah, Airlangga merupakan Ketua Umum Partai Golkar, sehingga tiket menuju Pilpres 2024 memang sudah berada di tangan.

Diulas Republika, kini Ridwan Kamil lebih banyak ditargetkan untuk kembali memimpin Jawa Barat.

Baca Juga: Penuh Senyum! Ridwan Kamil Resmi Dapat Jas Kuning dan KTA Parpol Ini!

Pilihan lain, pria yang akrab disapa Kang Emil itu mempunyai opsi untuk hijrah memimpin DKI Jakarta.

Ace Hasan Syadzily selaku Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Jawa Barat, mengatakan mereka tentu mempertimbangkan posisi Emil. Terlebih terkait penugasan yang diberikan Partai Golkar ke Emil sebagai Gubernur Jawa Barat.

Ace menyebut ada mekansme di internal Partai Golkar untuk menentukan calon.

Baca Juga: Kiky Saputri Sebar Undangan Nikah Setelah Rosting Sandiaga Uno dan Ridwan Kamil, RK Beri Nasehat Pernikahan

"Secara spesifik Kang Emil akan diminta melakukan penggalangan pemilih, terutama generasi muda," kata Ace, Kamis, 19 Januari 2023.

Untuk Pilpres 2024 mendatang, Partai Golkar sendiri sudah memiliki koalisi di Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) bersama PPP dan PAN. Menurut Ace, untuk KIB terdapat mekanisme tersendiri dalam menentukan capres dan cawapres.

"Kalau soal capres-cawapres sudah ada dalam Munas, sebagai kader harus ikut dalam keputusan Munas," ujar Ace.***

Reporter Admin
Editor Tedi Rukmana