AYOJAKARTA.COM – Pemerintah melalui Pertamina sudah menurunkan harga BBM non subsidi sejak 3 Januari 2023 lalu. Ada 4 jenis BBM yang mengalami penurunan harga, ada yang turun sampai Rp2.150 per liter.
Adanya penurunan harga BBM dinilai akan berpengaruh baik kepada kehidupan masyarakat karena akan mengurangi pengeluaran untuk bahan bakar.
Dalam Kepmen ESDM mematok harga acuan minyak mentah di angka $76,66 per barrel pada 2 Januari 2023. Maka dari itu harga BBM non subsidi mengalami penurunan.
Baca Juga: JPU Ungkap Kesimpulan Tak Terduga Hubungan Putri Candrawathi dengan Yosua, Bukan Pelecehan!
PT Pertamina (Persero) melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) Umum dalam rangka mengimplementasikan Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No.245.K/MG.01/MEM.M/2022
Keputusan tersebut merupakan perubahan atas Kepmen No. 62.K/12/MEM/2020 tentang Formula Harga Dasar Dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis Bahan Bakar Minyak Umum Jenis Bensin dan Minyak Solar yang Disalurkan Melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum.
Inilah daftar harga BBM yang mengalami penurunan, terdapat harga semula, harga baru dan juga selisih harga.
· Pertamax
Harga lama Rp 13.900 turun menjadi Rp12.800, harga turun sebesar Rp1.100.
Baca Juga: Wow! Ternyata Indonesia Punya Sederet Daerah yang Relatif Aman dari Gempa, Berminat Pindah?
· Pertamax Turbo
Harga lama Rp 15.200 turun menjadi Rp14.180, harga turun sebesar Rp1.020.
· Pertamina Dex
Harga lama Rp 18.800 turun menjadi Rp16.750, harga turun sebesar Rp2.050.
· Dex Lite
Harga lama Rp 18.300 turun menjadi Rp16.150, harga turun sebesar Rp2.150.
Pada keputusan pemerintah untuk menurunkan harga BBM non subsidi tersebut tidak membuat harga Pertalite dan Solar juga turun.
Harga Pertalite tetap Rp10.000 per liter dan harga Solar tetap Rp.6.800 per liter.
Pemerintah sempat berjanji akan menurunkan harga Pertalite dan juga solar apabila harga minyak dunia turun secara signifikan, dilansir AyoJakarta.com dari akun Instagram @ngomonginuang.
Informasi tersebut didapat dari Tutuka Ariadji selaku Dirjen Migas Kementerian ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral)
Harga Pertalite dan solar yang digunakan sekarang merupakan harga subsidi yang angkanya jauh dibawah harga seharusnya.
Baca Juga: Putri Candrawathi Disebut Selingkuh dengan Yosua Hingga Sengaja Berpenampilan Seksi
“Pertalite itu kan harganya memang subsidi dan di bawah keekonimian, masih jauh dari harga ekonominya. Kalau harga minyak turun banget basa aja (harga Pertalite turun),” ujar Tutuka Ariadji.
Saat ini kondisi harga minyak mentah dunia sudah mulai melandai, bahkan sempat berada pada titik terendah pada bulan Desember 2022 lalu.***