Metropolitan

Misteri Baju Dinas Ferdy Sambo Dibongkar Pakar: Ada Kaitannya dengan Kepatuhan untuk Berbuat Kejahatan Begini

Oleh: Dyah Arum Ratri Selasa 27 Des 2022, 19:49 WIB
Beberkan Bukti Ferdy Sambo Gunakan Sarung Tangan untuk Pegang Pistol, Ronny Talapessy Skak Mat: Tidak Ada Kejahatan Sempurna

AYOJAKARTA.COM - Sidang lanjutan terdakwa Bharada E yang digelar pada Senin, 27 Desember 2022 kemarin begitu menyita perhatian publik.

Dalam sidang lanjutan kemarin, terdakwa Bharada E diberi kesempatan untuk menghadirkan saksi ahli guna meringankan vonis hakim.

Total ada tiga saksi ahli yang dihadirkan oleh pihak terdakwa Richard Eliezer dalam sidang lanjutan kemarin.

Baca Juga: Info Lowongan Kerja BRI, Terbuka untuk D3 dan S1 Semua Jurusan, Lamar Sebelum Tanggal 28 Desember 2022

Ketiga saksi ahli tersebut adalah Guru Besar Filsafat Moral Prof. em. Dr. Romo Frans Magnis Suseno SJ, Psikolog Klinik Dewasa Liza Marielly Djaprie, S.Psi., M.Psi., CH, dan Psikolog Forensik DR. Reza Idragiri Amriel, M. Crim.

Namun ada satu ahli yang keterangannya sangat mencuri perhatian majelis hakim.

Dikutip AyoJakarta.com dari akun Tiktok @wita_blot pada (26/12/2022), Saksi ahli tersebut adalah Psikolog Forensik DR. Reza Idragiri Amriel yang mengungkapkan bahwa pakaian yang dikenakan Ferdy Sambo saat mengeksekusi Brigadir J ternyata ada tujuannya.

Baca Juga: Peneliti BRIN : Badai Dahsyat Akan Landa Jabodetabek Besok, 28 Desember 2022, Waspada Siang Sampai Malam!

Seperti yang diketahui saat Ferdy Sambo datang ke Duren Tiga untuk mengeksekusi Brigadir J, ia terlihat mengenakan seragam kepolisian lengkap.

Menurut saksi ahli Reza Idragiri Amriel hal tersebut ternyata ada kaitannya dengan perintah penembakkan yang tidak mampu ditolak oleh Richard Eliezer.

Reza Idragiri Amriel menggunakan teori penelitian dari seorang ilmuwan yang bernama Stanley Milgram.

Baca Juga: Bak Drama Korea! Ini Awal Mula Konflik Keraton Surakarta: Perebutan Tahta Anak Raja, Hingga Terjadinya Kudeta

“Milgram khusus meneliti tentang bagaimana orang bisa patuh untuk melakukan perbuatan jahat di dunia. Sebelum melakukan penelitian itu, ia terlebih dulu melakukan survey terhadap puluhan professional,” ujar Reza Indragiri Amriel.

Saksi ahli psikologi forensik tersebut kemudian menjabarkan bahwa menurut Milgram, ada 5 unsur yang bisa membuat seseorang tunduk pada perintah meskipun hal itu adalah perintah untuk melakukan kejahatan.

Dari kelima perintah tersebut salah satunya adalah pakaian yang dikenakan oleh pemberi perintah, dalam kasus ini tentu saja Ferdy Sambo.

Baca Juga: Ahli Hukum Pidana Ungkap Bobot Keterangan Richard Eliezer dan Saksi Lainnya Sama, Begini Penjelasannya

Reza Idragiri Amriel kemudian memberikan conroh dari eksperimen yang pernah dilakukan oleh ilmuwan Stanley Milgram.

Dimana saat melakukan penelitian, Milgram memberikan perintah dengan mengenakan baju kebesarannya sebagai ilmuwan dan mengenakan baju biasa, ternyata hasilnya berbeda.

“Dalam situasi tertentu eksperimentor pemberi perintah tidak pakai kostum peneliti warna putih tapi pada situasi lain pakai kostum warna putih ternyata ada perbedaan tingkat kepatuhan bahwa para subjek wanita tersebut memiliki tingkat kepatuhan lebih tinggi ketika eksperimentor yaitu pemberi perintah mengenakan kostum sebagai peneliti,” jelas Reza Indragiri.

Baca Juga: Waspada! Potensi Awan Cumulonimbus di Sejumlah Wilayah Ini, Bisa Ganggu Penerbangan Selama Libur Nataru

“Dan kostum sangat mempengaruhi tingkat kepatuhan,” imbuhnya.

Lalu jika dikaitkan dalam kasus ini, bisa terjawab kenapa Richard Eliezer tidak bisa menolak perintah dari Ferdy Sambo untuk menembak Brigadir J.

Salah satunya karena Ferdy Sambo mengenakan pakaian dinas lengkap, sehingga secara tidak langsung membuat kepatuhan terdakwa Richard Eliezer menjadi lebih tinggi.***

Reporter Dyah Arum Ratri
Editor Dian Naren