Metropolitan

Terungkap! Sejarah Tsunami di Selatan Jawa, Ada Hubungannya dengan Megathrust Begini

Oleh: Zharifah Ardiana Jumat 23 Des 2022, 09:44 WIB
Terungkap! Sejarah Tsunami di Selatan Jawa, Ada Hubungannya dengan Megathrust Begini

AYOJAKARTA.COM – Ramai temuan 5 tsunami yang pernah menghantam Pulau Jawa bagian selatan (Selatan Jawa), banyak yang belum mengetahui asal muasal atau sejarah dari tsunami di Selatan Jawa.

Banyak yang mempertanyakan apakah tsunami di Selatan Jawa berhubungan dengan megathrust, dan bagaimana sejarah tsunami di Selatan Jawa.

Dikutip dari materi Peringatan Dini Tsunami di Selatan Jawa yang dibuat oleh Daryono, yang diunduh melalui kkp.go.id oleh ayojakarta.com pada 23 Desember 2022, berikut sejarah tsunami di Selatan Jawa.

Indonesia adalah salah satu zona seismic paling aktif, dimana memiliki 295 sesar aktif dan 5 zona subduksi yaitu, Sunda, Banda, Sulawesi Utara, Laut Maluku, dan Papua Utara. Sebagai negara berjuluk "ring of fire," 46% panjang pantai Indonesia rentan terkena bencana.

Baca Juga: Pendaftaran PPPK Tenaga Teknis Resmi Dibuka, Simak Syarat, Dokumen dan Cara Daftarnya

Selain itu, Indonesia diapit oleh tiga lempeng yaitu lempeng Indo Australia di sebelah selatan, Lempeng Pasifik di sebelah Timur dan Lempeng Eurasia di sebelah Utara. Ketiga lempeng ini memiliki pergerakan yang akhirnya menghasilkan istilah viral, megathrust atau memiliki nama lain subduksi.

Faktanya, ada 3 zona megathrust di bagian Selatan Pulau Jawa atau istilahnya Selatan Jawa, yaitu sebagai berikut. Megathrust Selat Sunda, Megathrust Jawa Barat-Tengah, dan Megathrust Jawa Timur. Ketiga zona tersebut dapat menyebabkan gempa bumi sebesar 8,7 magnitudo.

Studi Paleotsunami mengungkapkan adanya tsunami purba Jawa yang kemudian hal itu diamini oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui temuan pada 2018.

LIPI menemukan jejak tsunami yang diduga terjadi sekitar 3.000 BP (Before Present) atau sebelum masehi berdasarkan endapan paleotsunami di Lebak Banten dan Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Baca Juga: Tegas! Permintaan Libur Sidang Ferdy Sambo CS Ditolak Hakim, Bikin Banjir Pujian Publik

Selanjutnya LIPI juga menemukan endapan paleotsunami berumur 1.800 BP di Pangandaran dan Kulonprogo, disusul 400 BP di Lebak, Pacitan, Pangandaran, Cilacap.

Tsunami diperlirakan terjadi di sekitar tahun 1685 dan 1723. Penelitian di Sungai Cikembulan kemudian menyatakan tsunami diduga berulang menghantam wilayah yang terdampak tadi.

Tsunami yang pernah menghantam Selatan Jawa adalah sebagai berikut.

Tsunami Selatan Jawa 1840

Pada 4 Januari 1840 pukul 13.15 waktu setempat terjadi gempa dengan magnitudo 7,5 dan merusak di Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur. Tsunami dilaporkan terjadi di Pantai Pacitan.

Tsunami Selatan Jawa 1859

Pada 20 Oktober 1859 pukul 13.15 waktu setempat terjadi gempa dengan magnitudo 7,5 dan

merusak beberapa daerah seperti di Kebumen, Purworejo, Bantul, Salatiga, Demak, Semarang, Kendal, dan Banjarnegara.

Baca Juga: Terpopuler! BMKG Tanggapi Fenomena Ribuan Ikan Loncat ke Daratan di Sejumlah Daerah, Pertanda Apakah?

Tsunami dilaporkan terjadi di Pantai Pacitan menyebabkan beberapa orang meninggal.

Tsunami Selatan Jawa 1921

Tsunami tercatat pada marigram di Pelabuhan Cilacap akibat Tsunami

Selatan Jawa 11 September 1921 menurut (Visser, 1922).

Tsunami yang menerjang Pelabuhan Cilacap ini disebabkan karena gempa di zona outerrise sebesar 7,5 magnitudo.

Tsunami Selatan Jawa 1994

Tsunami terjadi di selatan Jawa Timur pada 3 Juni 1994 akibat gempa dengan magnitudo 7,8. Faktanya, tinggi tsunami mencapai 13,9 m menelan korban jiwa 250 orang meninggal.

Pantai terdampak kerusakan ada beberapa pantai yaitu, Banyuwangi, Jember, Lumajang, Malang.

Baca Juga: Hakim Cecar Ferdy Sambo Habis-habisan, Perintahnya Dinilai Kontradiktif: Tak Mungkin Mereka Menolak karena....

Tsunami Selatan Jawa 2006

Tsunami terjadi di Pangandaran pada 17 Juli 2006 akibat gempa dengan magnitudo 7,7.

Tinggi tsunami mencapai 16,9 m menelan korban jiwa 668 orang meninggal dan memberikan dampak kerusakan pantai, seperti pantai Pangandaran dan Cilacap.

Hubungan antara Megathrust dan Tsunami

Penjelasan hubungan antara megathrust dan tsunami, dikutip dari kanal Youtube Narasi newsroom, apabila lempeng samudra dan lempeng benua bertemu atau bertabrakan terjadilah saling tindih. Hal ini disebut subduksi, yang mana apabila mengalami perlambatan pergerakkan lempeng, dapat mengeluarkan energi besar dalam bentuk gempa bumi berskala tinggi atau megathrust dan akhirnya menghasilkan gelombang tsunami.***

Reporter Zharifah Ardiana
Editor Dian Naren