Metropolitan

12 Gempa Besar yang Guncang Selatan Jawa, 5 diantaranya Jadi Tsunami, Begini Faktanya!

Oleh: Zharifah Ardiana Kamis 22 Des 2022, 06:39 WIB
12 Gempa Besar yang Guncang Selatan Jawa, 5 diantaranya Jadi Tsunami! Ini Faktanya!

AYOJAKARTA.COM – Ramai istilah megathrust atau gempa besar yang memiliki kekuatan dahsyat, daerah Selatan Jawa juga memiliki sejarah setidaknya 12 gempa yang mengguncang, dimana 5 diantaranya menjadi tsunami.

Dikutip dari materi Peringatan Dini Tsunami di Selatan Jawa yang dibuat oleh Daryono, yang diunduh melalui kkp.go.id oleh ayojakarta.com pada 22 Desember 2022, berikut 12 gempa besar yang 5 diantaranya menyebabkan tsunami yang pernah menghantam Pulau Jawa bagian selatan.

Sebelum membahas daftar, berikut penjelasan tentang megathrust dan daftar gempa besar yang mana 5 diantaranya menyebabkan tsunami selatan Jawa yang tercatat dalam sejarah.

Baca Juga: Terciduk! Kuat Maruf Emosi Sampai Mau Berdiri di Persidangan, Ternyata Karena Jaksa Lakukan Hal Ini Padanya

Indonesia adalah salah satu zona seismic paling aktif, dimana memiliki 295 sesar aktif dan 5 zona subduksi yaitu, Sunda, Banda, Sulawesi Utara, Laut Maluku, dan Papua Utara. Sebagai negara berjuluk "ring of fire," 46% panjang pantai Indonesia rentan terkena bencana.

Perlu diketahui, Indonesia diapit oleh tiga lempeng yaitu lempeng Indo Australia di sebelah selatan, Lempeng Pasifik di sebelah Timur dan Lempeng Eurasia di sebelah Utara. Pergerakan relatif ketiga lempeng tektonik tersebut mengakibatkan terjadinya gempa bumi di daerah perbatasan pertemuan antar lempeng yang selanjutnya menjadi daerah pusat sumber gempabumi.

Kondisi pergerakan ketiga lempeng menyebabkan adanya zona saling tindih antar lempeng yang disebut dengan zona subduksi. Nama lain dari zona subduksi adalah zona megathrust.

Faktanya, ada 3 zona megathrust di bagian Selatan Pulau Jawa atau istilahnya Selatan Jawa, yaitu sebagai berikut. Megathrust Selat Sunda, Megathrust Jawa Barat-Tengah, dan Megathrust Jawa Timur. Ketiga zona tersebut dapat menyebabkan gempa bumi sebesar 8,7 magnitudo.

Baca Juga: Geger! Ferdy Sambo Kesal dan Salahkan Para Penyidik dari Pihak Kepolisian, Mengapa?

Menurut Daryono, Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) hingga tahun 2020, terdapat lebih dari 12 major earthquake atau gempa besar di Selatan Jawa dengan magnitudo 7,0 hingga 8,0; yaitu:

4 Januari 1840 dengan kekuatan magnitudo 7,5.

20 Oktober 1867 dengan kekuatan magnitudo 7,5.

10 Juni 1875 dengan kekuatan magnitudo 7,5.

28 Maret 1875 dengan kekuatan magnitudo 7,5.

27 Februari 1903 dengan kekuatan magnitudo 7,9.

11 September 1921 dengan kekuatan magnitudo 7,5.

27 September 1937 dengan kekuatan magnitudo 7,2.

1 April 1943 dengan kekuatan magnitudo 7,1.

24 Juli 1979 dengan kekuatan magnitudo 7,0.

3 Juni 1994 dengan kekuatan magnitudo 7,6.

17 Juli 2006 dengan kekuatan magnitudo 7,8.

2 September 2009 dengan kekuatan magnitudo 7,3.

Baca Juga: Info Gempa Hari Ini: Subuh, Gempa Skala Magnitudo 3,8 Sempat Goyang Kuningan, Majalengka Cirebon (22 Desember)

Penjelasan hubungan antara megathrust dan tsunami, dikutip dari kanal Youtube Narasi newsroom, apabila lempeng samudra dan lempeng benua bertemu atau bertabrakan terjadilah saling tindih.

Hal ini disebut subduksi. Subduksi menyimpan energi yang mana apabila mengalami perlambatan pergerakkan lempeng, dapat mengeluarkan energi besar dalam bentuk gempa bumi berskala tinggi atau megathrust.

Selain itu, juga dapat membentuk patahan, yang akhirnya akan menghasilkan gelombang tsunami.

5 tsunami yang pernah menghantam Selatan Jawa adalah sebagai berikut.

Tsunami Selatan Jawa 1840

Pada 4 Januari 1840 pukul 13.15 waktu setempat terjadi gempa dengan magnitudo 7,5 dan merusak di Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur. Tsunami dilaporkan terjadi di Pantai Pacitan.

Baca Juga: Gempa Guncang Kuningan Jawa Barat Magnitude 3.8, Kamis 22 Desember 2022 Pagi, Hati-hati Gempa Susulan

Tsunami Selatan Jawa 1859

Pada 20 Oktober 1859 pukul 13.15 waktu setempat terjadi gempa dengan magnitudo 7,5 dan

merusak beberapa daerah seperti di Kebumen, Purworejo, Bantul, Salatiga, Demak, Semarang, Kendal, dan Banjarnegara.

Tsunami dilaporkan terjadi di Pantai Pacitan menyebabkan beberapa orang meninggal.

Tsunami Selatan Jawa 1921

Tsunami tercatat pada marigram di Pelabuhan Cilacap akibat Tsunami

Selatan Jawa 11 September 1921 menurut (Visser, 1922).

Tsunami yang menerjang Pelabuhan Cilacap ini disebabkan karena gempa di zona outerrise sebesar 7,5 magnitudo.

 Baca Juga: Terciduk! Kuat Maruf Emosi Sampai Mau Berdiri di Persidangan, Ternyata Karena Jaksa Lakukan Hal Ini Padanya

Tsunami Selatan Jawa 1994

Tsunami terjadi di selatan Jawa Timur pada 3 Juni 1994 akibat gempa dengan magnitudo 7,8. Faktanya, tinggi tsunami mencapai 13,9 m menelan korban jiwa 250 orang meninggal.

Pantai terdampak kerusakan ada beberapa pantai yaitu, Banyuwangi, Jember, Lumajang, Malang.

Tsunami Selatan Jawa 2006

Tsunami terjadi di Pangandaran pada 17 Juli 2006 akibat gempa dengan magnitudo 7,7.

Tinggi tsunami mencapai 16,9 m menelan korban jiwa 668 orang meninggal dan memberikan dampak kerusakan pantai, seperti pantai Pangandaran dan Cilacap.

Sementara itu, melalui sumber yang sama Daryono mengungkapkan bahwa banyak langkah mitigasi yang dilakukan untuk mencegah banyaknya korban dan kerusakan apabila gempa besar dan tsunami melanda Selatan Jawa.***

Reporter Zharifah Ardiana
Editor Dian Naren