Metropolitan

Soal Penembakan yang Dilakukan Bharada E, Pengacara Singgung Pangkat: Tidak Mungkin Tanpa Perintah

Oleh: Putri Ratnasari Rabu 21 Des 2022, 12:43 WIB
Soal Penembakan yang Dilakukan Bharada E, Pengacara Singgung Pangkat: Tidak Mungkin Tanpa Perintah

AYOJAKARTA.COM - Ronny Talapessy selaku pengacara Bharada E baru-baru ini mengungkapkan kepada wartawan terkait perintah penembakan Ferdy Sambo pada kliennya.

Ronny Talapessy menegaskan bahwa tidak mungkin Bharada E melakukan penembakan jika tidak ada perintah dari atasannya tersebut.

Hal itu disebutkan pengacara Bharada E dengan kuasa relasi yang membuat Richard Eliezer tak berani menolak permintaan Ferdy Sambo.

Baca Juga: Gak Ada Kapoknya! Dokter Tifa Kembali Bikin Cuitan Soal Prediksi Gempa, Netizen Sampai Gemas: Nyinyir Terus

Melansir dari kanal YouTube Kompas.com, Ronny Talapessy menjelaskan catatannya terkait dengan ahli yang dihadirkan dalam persidangan hari Senin (19/12/2022).

Melalui dirinya, Ahli Kriminologi menuturkan bahwa Bharada E bukanlah aktor intelektual.

Yang mana bertugas membagi kerja, membuat skenario, dan berupaya untuk tidak terlihat identifikasi dalam sebuah perkara.

Selanjutnya pun diungkapkan terkait perintah Ferdy Sambo dalam menembak Joshua.

"Jadi klien saya tidak mungkin melakukan tanpa adanya perintah," tegas kuasa hukum Bharada E.

Baca Juga: Terciduk! Ekspresi Sedih Ferdy Sambo Lihat CCTV Putri Candrawati Masuk Lift Bareng Kuat Maruf, Terkhianati?

Kemudian menurut Ronny Talapessy dengan adanya relasi kuasa, tidak memungkinkan Bharada E untuk menolak perintah itu.

Yang mana Bharada E pada saat itu berhadapan dengan seseorang dengan pangkat Irjen.

Kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat hingga kini masih dalam penyelidikan.

Peristiwa yang menewaskan mantan ajudan Ferdy Sambo itu terdapat banyak misteri di dalamnya.

Baca Juga: Potensi Cuaca Ekstrem dan Gelombang Tinggi Air Laut Membayangi di Akhir Tahun, Simak Persebaran Wilayahnya!

Drama demi drama turut mewarnai persidangan kasus eksekusi Brigadir Joshua.

Tak jarang terjadi pertentangan dan bantahan saat sidang berlangsung.

Dan tak sedikit pula yang bercucuran air mata ketika menyampaikan perasaannya terhadap ulah Ferdy Sambo.***

Reporter Putri Ratnasari
Editor Dian Naren