AYOJAKARTA.COM - Seiring berjalannya proses hukum Ferdy Sambo cs, ada sejumlah fakta baru yang ditemukan tentang aliran uang dengan jumlah yang fantastis diduga masuk ke dalam rekening bank milik Brigadir Yosua.
Isu saldo rekening almarhum Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J di Bank BNI sempat diblokir Bank BNI atas permintaan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) yang disebut mencapai Rp99.999.999.999.999, atau kurang Rp1 sama dengan Rp100 triliun.
Kemudian Humas PPATK, Natsir Kongah pun menyebutkan bahwa Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan meminta penyedia jasa keuangan untuk menghentikan sementara seluruh atau sebagian transaksi yang diketahui atau dicurigai merupakan hasil tindak pidana.
Baca Juga: Fakta Soal Uang Rp 100 Triliun di Rekening Brigadir J Dibongkar Pakar, Ternyata Benar Ada?
PPATK meminta melakukan penghentian sementara transaksi atas pendebetan atau penarikan terhadap rekening Yosua pada tanggal 18 Agustus 2022.
Selanjutnya, pakar anti TPPU (Tindak Pidana Pencucian Uang) Yenti Garnasih juga membongkar tentang misteri uang Rp100 T yang ada di rekening Brigadir Yosua tersebut.
Hal tersebut diungkapkannya saat menjawab pertanyaan dari jurnalis senior Aiman Witjaksono lewat unggahan akun Instagram @aimanwitjaksono.
Baca Juga: DNA Ferdy Sambo Tak Ditemukan, Hakim Sulit Buktikan Keterlibatannya dalam Pembunuhan Brigadir J
"Ada pertanyaan soal rekening Rp 100 T yang dikatakan sebagai pagu di rekening Yosua. Namun ada hal yang menarik karena tertulis blokir. Kalau pagukan berarti pemblokiran tapi tertulis 'debet' yang artinya keluar. Pertanyaan yang penting apakah uang itu ada atau tidak," tanya Aiman kepada Yanti, yang dikutipSelasa, 20 Desember 2022.
Dia menyebutkan tentang uang Rp100 T kurang Rp1 di rekening Brigadir J memang benar ada. Sebab tertulis debet dalam berita acara itu.
"Debet itu artinya di hari itu di debet," kata Yanti.
"Artinya uangnya ada dong?" tanya Aiman.
Baca Juga: Aiman Witjaksono Bongkar Soal Uang Rp 100 Triliun di Rekening Brigadir J, Begini Penjelasannya
"Sebelumnya sudah ada. Iya uangnya ada maka uang itu di debet. Kalau tulisannya debet berarti ada uang terus kemudian keluar. Bank memberitahukan pada kita kan caranya begitu ya kan. Saya sudah banyak ikut pengungkapan TPPU, tidak pernah dengar ada pagu," jawab Yanti pada Aiman.
Tak hanya itu, Kamarudin Simanjuntak juga pernah menyebut isi rekening Yosua mencapai triliunan rupiah.
Kamaruddin juga menduga bahwa rekening Brigadir Yosua itu adalah bagian dari permainan mafia judi yang melibatkan mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo.***