AYOJAKARTA.COM - Putri Candrawathi kerap memberikan kesaksian jika dirinya lupa saat ditanya hakim di persidangan.
Jawaban lupa dari Putri Candrawathi ini disoroti banyak pihak, termasuk pakar psikologi forensik, Reza Indragiri.
Bahkan pakar psikologi forensik ini tak segan menyampaikan kecurigaannya pada pernyataan lupa Putri Candrawathi.
Terlebih dikaitkan soal kejadian pelecehan seksual yang terjadi di rumah Magelang yang disebut dilakukan oleh brigadir J.
Baca Juga: Ricky Rizal Dinilai Jujur dari Uji Poligraf, Masyarakat Beri Dukungan, Bripka RR : Mohon doanya
Padahal menurut ingatan Reza Indragiri, ia tak mengingat soal Putri Candrawathi melakukan visum.
"Sepanjang ingatan saya hingga hari ini, tidak pernah sekalipun PC dikabarkan menjalani visum," ucap sang pakar psikologi forensik ini.
Sehingga ia tak berani membuat kesimpulan soal status Putri Candrawathi sebagai korban dari kekerasan seksual yang kerap dibicarakan.
Baca Juga: Masih Jadi Lagu Andalan Saat Hari Ibu, ini 5 Fakta Menarik Lagu Bunda Milik Melly Goeslaw
Hal ini karena tidak adanya bukti penting termasuk soal visum yang seharusnya dilakukan oleh korban kekerasan seksual.
"Jadi tidak ada simpulan, bahwa PC adalah sungguh-sungguh, maaf, korban perkosaan," ucapnya lagi.
Kemudian, ia mengungkapkan kecurigaannya karena merasa ragu dengan pernyataan PC sebagai korban kekerasan seksual.
Terlebih Putri Candrawathi kerap kali mengatakan lupa dan tidak tahu saat ditanya hakim di persidangan.
"Kalaulah PC mengatakan lupa, kalaulah PC mengatakan tidak tahu, menurut saya itu adalah manipulasi atau fabrikasi belaka," ucapnya dengan tegas.
Hal ini didukung dengan pernyataan tidak ada sangkut paut yang jelas antara jawaban lupa istri Ferdy Sambo ini dengan apa yang dilupakannya.
Sehingga Reza Indragiri kembali menegaskan jika peristiwa perkosaan yang diklaim tersebut tidak pernah ada bukti yang jelas.
"Tidak ada sangkut paut yang definitif antara kelupaan yang dia katakan, dengan peristiwa perkosaan," ucap pakar psikologi forensik ini.
"Yang dia klaim, tapi tidak pernah ada bukti bahwa ia sungguh-sungguh diperkosa," tandasnya mengakhiri.
Pengakuan Putri Candrawathi soal pemerkosaan dan kekerasan seksual yang dilakukan Brigadir J sendiri juga disebutkan Putri dalam persidangan.
Ia mengaku jika ajudan tersebut membanting dirinya sebanyak tiga kali di rumah Magelang.***