Metropolitan

Menahan Air Mata, Ferdy Sambo Meminta Richard Eliezer Bertanggung Jawab Atas Tindakannya Ini

Oleh: Rifqi Nur Fauzi Jumat 16 Des 2022, 15:54 WIB
Perang Dimulai! Richard Eliezer vs Ferdy Sambo: Tatapan Tajam Terlihat Diantara Keduanya

AYOJAKARTA.COM - Sosok Ferdy Sambo tak pernah luput dari perhatian publik sejak kasus pembunuhan terhadap Brigadir J yang menjeratnya.

Baru-baru ini, sebuah hal menarik terjadi dalam sidang kasus pembunuhan Brigadir J yang digelar pada hari Rabu (14/12/2022) dengan terdakwa Ferdy Sambo.

Pada kesempatan itu, Ferdy Sambo membantah kesaksian dari mantan anak buah sekaligus terdakwa lain, Richard Eliezer.

Baca Juga: Peringatan! Gunung Semeru Kembali Erupsi dengan Ketinggian 1000 M, Masyarakat Diminta Waspada

Dikutip AyoJakarta dari YouTube Kompas TV, Ferdy Sambo secara terang-terangan meminta agar Richard Eliezer bertanggung jawab atas tindakan yang dilakukannya.

Sebelumnya, sebuah keterangan diungkapkan oleh Richard Eliezer yang mengatakan bahwa Ferdy Sambo telah memberikan sejumlah uang dan handphone kepadanya setelah kejadian pembunuhan terhadap Brigadir J.

Bukan hanya sekedar omong kosong belaka, Richard Eliezer bahkan membawa barang bukti berupa foto yang ia bawa di persidangan untuk membenarkan pernyataanya.

Akan tetapi, Ferdy Sambo yang mendengar hal tersebut dari Richard Eliezer tidak bisa tinggal diam saja.

Baca Juga: Kuat Ma'ruf Banjir Pujian Setelah Lakukan Hal Ini, Warganet: Dia Tulus, Polos, Rela Dikendalikan

Ia membantah pernyataan dari Richard Eliezer yang menyatakan bahwa dirinya memberikan sejumlah uang termasuk handphone setelah peristiwa pembunuhan terjadi.

Ferdy Sambo bahkan memberikan dalih bahwa handphone yang diberikan bukanlah suatu hadiah, melainkan karena kebetulan ada handphone di meja dan ruangannya.

“Kemudian yang ditanggal 10 juga itu saya tidak pernah menjanjikan uang dan handphone itu saya yang berikan karena handphone berada di meja depan ruangan saya,” ujar Ferdy Sambo.

Tak hanya itu saja, bahkan Ferdy Sambo mengatakan bahwa dirinya tidak mengetahui keterangan BAP Bharada E di tanggal 5-6 Agustus 2022.

Baca Juga: Memanas, AKP Irfan Widyanto Disemprot Hakim di Persidangan Obstruction of Justice: Kok Polos Betul Saudara!

Sambo mengatakan bahwa keterangan Bharada E pada tanggal 5 Agustus yang disebut berbohong membuatnya harus dibawa ke Markas Besar Polri.

Di sisi lain, Ferdy Sambo kemudian mengungkapkan bahwa pada tanggal 8 Agustus terdapat ancaman yang ditujukan kepada Putri Candrawathi untuk menjadi tersangka.

“Kemudian selanjutnya Yang Mulia saya sampaikan bahwa ternyata keterangan kebohongan tanggal 5 itulah yang kemudian saya dijemput oleh bintang dua dibawa ke Mabes Polri dan kemudian saya di patsus. Saya tidak pernah tahu keterangan-keterangan tanggal 6,” ujar Ferdy Sambo.

“Tanggal 8 lah setelah istri saya diancam akan ditersangkakan saya sampaikan tapi nyatanya ternyata ditersangkakan dan diterdakwakan, ini perlu saya sampaikan,” tambahnya.

Baca Juga: Tersangka Baru Kasus Penganiayaan ART di Apartemen Simprug Ditangkap, Kini Tersangka Berjumlah 9 Orang

Terlihat bagaikan menahan tangis, Ferdy Sambo kemudian mengatakan bahwa dirinya akan mempertanggung jawabkan atas apa yang telah terjadi.

Walaupun demikian, ia turut meminta Bharada E ikut bertanggung jawab karena telah menembak Brigadir J, meskipun atas dasar perintahnya.

Anehnya, Ferdy Sambo malah mengatakan bahwa tidak seharusnya tiga terdakwa lain dilibatkan dalam pertanggung jawaban ini.

Ia merasa bahwa Kuat Ma’ruf, Ricky Rizal, dan Putri Candrawathi tidak ikut bertanggung jawab atas tindakannya.

Baca Juga: Yuk Intip! Berikut Negara Yang Paling Banyak Memenangkan Piala Dunia : Dulu Pernah Jaya, Sekarang...

“Kemudian yang terakhir Yang Mulia kalaulah saksi menyampaikan bahwa saya minta menghajar kemudian saksi melakukan atau menerjemahkan itu perintah penembakan dari saya, saya akan bertanggung jawab tapi kita berdua yang bertanggung jawab,” ucap eks Kadiv Propam Polri tersebut sambil menahan tangis.

“Kuat, Ricky, istri saya jangan kau libatkan saya akan bertanggung jawab terhadap apa yang saya lakukan, tapi saya tidak akan bertanggung jawab apa yang tidak saya lakukan,” pungkasnya.***

Reporter Rifqi Nur Fauzi
Editor Dian Naren