Metropolitan

Sebut Anne Ratna Mustika Orang Baik, Dedi Mulyadi: Tetapi Telingamu Terlalu Banyak Ini

Oleh: Nisrina Harum Lestari Senin 12 Des 2022, 11:48 WIB
Dedi Mulyadi ungkap bukti tanggung jawabnya sebagai seorang suami, semuanya telah terpenuhi!

AYOJAKARTA.COM – Nama Dedi Mulyadi dan Anne Ratna Mustika kian naik sejak keduanya dikabarkan akan bercerai.

Beberapa waktu lalu, publik dikejutkan dengan kabar mengenai Anne Ratna Mustika yang menggugat cerai Dedi Mulyadi.

Anne Ratna Mustika melayangkan gugatan cerai pada Dedi Mulyadi pada 19 September lalu.

Kini Anne Ratna Mustika dan Dedi Mulyadi belum resmi bercerai.

Baca Juga: 25 Ucapan Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 yang Bisa Kamu Share di Media Sosial

Lantaran keduanya kini masih menjalani proses persidangan dan harus melalui beberapa persidangan lagi.

Sebelumnya diketahui, alasan Anne Ratna Mustika mantap ingin berpisah dengan sang suami lantaran ia menganggap Dedi Mulyadi telah melanggar syariat agama.

Bupati Purwakarta tersebut menyebut jika Dedi Mulyadi tidak memberinya nafkah lahir batin.

Disebut tidak memberi sang istri nafkah, Dedi Mulyadi membantah hal tersebut.

Dilansir AyoJakarta.com dari kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi, Dedi menepis tudingan jika dirinya tidak memberi nafkah kepada Anne Ratna.

Dedi menyebut dirinya masih membiayai keluarga karena itu merupakan kewajibannya sebagai kepala keluarga.

Baca Juga: Kamaruddin Simanjuntak: Bahkan Setan pun Tak Percaya pada Ferdy Sambo dan Sedang Menertawakannya

“Kalau rumah dinas engga bisa dibayar oleh saya karena itu rumah dinas negara yang sudah semuanya dibiayai oleh negara, itu engga boleh ada uang pribadi saya masuk ke rumah dinas, itu engga boleh,” sebutnya.

Kemudian, Dedi menyinggung soal proses pencalonan Anne Ratna menjadi bupati Purwakarta.

“Nah nanti yang akan disampaikan oleh pengacara kepada majelis hakim adalah kalau ada tuduhan tidak memberikan nafkah terus lantas pembiayaan yang dikeluarkan untuk menunjang keberhasilan seorang istri menjadi Bupati, baik sebelum pencalonan maupun setelah pencalonan apa kategorinya?” singgungnya.

Dedi mengungkapkan, menurut pemahamannya menafkahi Anne Ratna adalah dengan membantu menjadikannya seorang bupati.

Baca Juga: Inilah Jawaban Dedi Mulyadi saat Ditanya Ingin Rujuk Kembali dengan Anne Ratna Mustika

“Menafkah dalam pemahaman saya membantu istri menjadi bupati, mengeluarkan biaya, brand nama saya juga menjadi bagian dari keberhasilannya. Kalau ditanya cukup, bagi kami yang orang desa orang yang biasa hidup sederhana itu sudah lebih dari cukup,” ungkapnya.

Meskipun begitu, Dedi mengakui jika Anne Ratna adalah orang yang baik.

“Embu ini sekali lagi orangnya baik, saya katakan embu itu adalah orang baik walaupun embu sudah tidak mau menyebut nama saya ayah, selalu bilangnya KDM engga apa-apa. Saya tetap bilang embu, embu orangnya baik tetapi karena hatinya sangat terbuka telingamu itu terlalu banyak mendengar,” akui Dedi.

Menurut Dedi, Anne Ratna terlalu banyak mendengarkan orang-orang yang berada disekelilingnya baik di dalam dan luar pemerintahan, hingga sang guru spiritualnya.

Seperti yang diketahui, Anne Ratna memiliki seorang guru spiritual yang menjadi panutannya.

Baca Juga: Yessi Akui Ingin Punya Hubungan Baik dengan Ryan Dono, Dedi Mulyadi Beri Pesan Bijak Begini

Mengetahui Anne Ratna memiliki guru spiritual, Dedi enggan untuk menyebut namanya.

"Saya tidak mau menyebut guru ngajinya karena disitu bukan proses belajar mengaji, tapi proses belajar bertanya, kalau dalam bahasa Sunda disebutnya pananyaan,” ucapnya.

“Jadi bukan guru ngaji ketua MWC NU kabupaten Purwakarta, karena embu belum pernah belajar ngaji sama ketua MWC yang disebut itu, tapi lebih disebut pananyaan,” tambahnya.

Dedi menjelaskan jika Anne Ratna kini memiliki tradisi baru.

Tradisi baru tersebut adalah tradisi yang tidak pernah dilakukan sebelumnya oleh Dedi sekeluarga.

“Embu itu punya tradisi baru diantaranya sering ke pananyaan sekarang itu, nah diantara yang suka mendampinginya berinisial M. Berinisial M yang dulu sangat anti terhadap saya. Sekarang sangat dekat dengan embu dan sering ngajak embu ke pananyaan-pananyaan dan itu bukan tradisi kami,” tutupnya.***

Reporter Nisrina Harum Lestari
Editor Dian Naren