Metropolitan

Imbas Banjir Lahar Semeru, Rumah Warga Hancur Diterjang Batu Besar!

Oleh: Desta Nurwati Siamyah Sabtu 10 Des 2022, 17:20 WIB
Banjir Lahar Semeru terjadi sehingga mengakibatkan satu rumah warga hancur.

AYOJAKARTA.COM - Mengingat gugusan gunung Semeru, pada 4 Desember 2022 di Lumajang, Jawa Timur tingkat aktivitasnya turun dari level 4 "Awas" menjadi level 3 "Siaga" yang diturunkan oleh pusat PVMBG.

Semetara dinyatakan pada Jumat, 9 Desember 2022 dini hari, banjir lahar Semeru terjadi sehingga mengakibatkan satu rumah warga hancur.

Banjir lahar Semeru ini juga menyisakan material pasir dan batu besar yang membuat Dusun Sumber Langsep terisolir kembali.

Baca Juga: Viral Video Wanita Kesurupan di Posko Pengungsian Gunung Semeru,Meracau Bencana Ada karena Kesombongan Manusia

Material banjir lahar yang dikeluarkan berserakan, berupa batu-batu berukuran besar di atas jembatan sungai Regoyo, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, Lumajang, Jawa Timur.

Terpaan banjir lahar yang terjadi mengakibatkan satu rumah warga hancur hingga dindingnya jebol.

"Salah satu rumah kemarin sudah kena sedikit, cuma sekarang sudah hancur, tidak bisa ditempati," ungkap Mahmudi, Kepala Desa Jugosari, dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube tvOneNews, Sabtu, 10 Desember 2022.

Baca Juga: Masih Berstatus Awas, Gunung Semeru Kembali Erupsi Pagi Ini

Dampak banjir lahar Semeru tersebut berupa tumpukan material vulkanis berupa pasir dan batu besar.

Penghuni rumah sempat melarikan diri, sebelum banjir lahar menerjang, sehingga beruntungnya tidak ada korban jiwa.

Dampak lain dari banjir lahar Semeru ini, membuat para warga Dusun Sumber Langsep terisolasi kembali.

"Dampak lain dari adanya banjir tadi malam, itu seperti biasa, Dusun Sumber Langsep terisolir kembali," ujar Mahmudi.

Baca Juga: Dampak Awan Panas Semeru, Luluh Lantakkan Puluhan Rumah di Desa Kajar Kuning Lumajang

Masyarakat memohon agar secepatnya untuk menanggulangi banjir ini tidak membludak ke masyarakat.

"Salah satunya adalah yang ada di sebelah timur ini ada tanggul pohon untuk segera disambung sampai ke gunung," ujarnya.

"Karena semakin hari banjirnya semakin ke timur, kalo tidak ditanggul ke sebelah sana nanti bisa mampir ke rumah warga," sambungnya.

Sejak Kamis, 8 Desember 2022 malam, gunung Semeru masih mengeluarkan lava pijar sehingga ini masih di status "Awas".

Hingga 9 Desember 2022 dini hari pun, banjir lahar masih menerjang warga sehingga banyak warga yang harus diungsikan.***

Reporter Desta Nurwati Siamyah
Editor Tedi Rukmana